NUNUKAN, infoSTI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nunukan, Kalimantan Utara, segera menggelar KONI Cup 2025, sebagai ancang ancang mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltara.
Ketua KONI Nunukan, M. Yasin, mengatakan, KONI Nunukan Cup 2025, menjadi panggung seleksi dan pemetaan para atlet untuk berkompetisi di Malinau, Tahun 2026.
“KONI Cup menjadi momentum awal pembinaan atlet menuju Porprov. Kami ingin melihat potensi dan kemampuan atlet dari setiap cabang olahraga,” ujar Yasin, Kamis (13/11/2025).
Setelah sempat vakum, lanjut Yasin, KONI Nunukan kini berupaya menghidupkan kembali kegiatan kompetitif di tingkat daerah, agar pembinaan atlet berjalan berkesinambungan.
Selain itu, KONI Nunukan juga bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengurus Cabang Olahraga (Cabor), sekaligus menentukan strategi pembinaan.
“KONI Cup bukan sekadar pertandingan, tetapi juga proses seleksi dan pemetaan kekuatan atlet di Nunukan. Dari sinilah kami akan melihat siapa saja yang layak dibina untuk membawa nama daerah di Porprov mendatang,” tegas Yasin.
KONI Nunukan Cup 2025, mengusung tema ‘Energi Baru, Raih Prestasi Bersama’, sebagai simbol semangat baru pembinaan olahraga di Nunukan.
Even ini juga telah mendapat dukungan penuh Bupati Nunukan, Irwan Sabri yang meminta KONI dengan kepengurusan yang baru, membangun kembali semangat olahraga di daerah.
Yasin kembali menegaskan, melalui KONI Nunukan Cup, para atlet dapat menumbuhkan sportivitas, memperkuat mental juara, dan siap bersaing.
Tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional, bahkan di kancah internasional.
“KONI Nunukan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan berkelanjutan demi mencetak prestasi olahraga yang membanggakan bagi daerah,” kata Yasin.
Untuk diketahui, KONI Nunukan Cup 2025, akan mempertandingkan 16 cabang olahraga.
Pendaftaran dibuka pada 8 – 19 November 2025, dan kompetisi dimulai pada 27 – 30 November 2025, dengan lokasi pertandingan di GOR Dwikora Sei Sembilan, Nunukan Selatan.
Seluruh pertandingan akan dijadikan dasar seleksi bagi atlet-atlet potensial yang akan dibina lebih lanjut.







