Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Pansus DPRD Kaltara Meminta Perda PMD Harus Spesifik dan Menjawab Dinamika Sosial di Masyarakat

Advertorial

Obat Habis, Laki Laki ODGJ di Nunukan Hantam Ibunya Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

badge-check


					ODGJ Rahman saat diamankan Satpol PP Nunukan. Rahman mengamuk dan menganiaya ibunya hingga harus dilarikan ke RSUD. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

ODGJ Rahman saat diamankan Satpol PP Nunukan. Rahman mengamuk dan menganiaya ibunya hingga harus dilarikan ke RSUD. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang laki laki di RT 02, Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Nunukan, Kalimantan Utara, menganiaya ibunya yang sudah berusia 69 tahun, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit, Senin (10/11/2025) malam.

“Dia ODGJ yang sudah cukup lama dalam perawatan. Kebetulan obatnya habis dan kambuh, sehingga mengamuk dan ibunya yang Lansia jadi sasaran,” ujar Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Parmedy, Selasa (11/11/2025).

ODGJ bernama Rahman, tinggal bertiga dengan ibunya dan juga tantenya yang sudah sama sama berusia lanjut.

Keduanya, bekerja sebagai pengikat bibit rumput demi memenuhi kebutuhan sehari hari.

Usia lanjut, membuat performa keduanya tak seperti pengikat benih rumput laut lain, yang bisa menghasilkan hingga lebih Rp 100.000 per hari.

“Mereka berdua yang bekerja untuk makan dan kebutuhan Rahman. Tapi paling sehari hanya mampu 4 sampai 5 tali dengan penghasilan sekitar Rp 30.000,” tutur Parmedy.

Parmedi menambahkan, biasanya, hanya ada dua kemungkinan yang membuat Rahman mengamuk dan lepas kendali.

Antara ada keinginan yang tak terpenuhi oleh ibunya, dan alasan lain karena kehabisan obat.

“Ini kejadian kedua dia menganiaya ibunya. Kejadian pertama, mata ibunya lebam dipukul, dan kedua, hantamannya berakibat ibunya mendapat perawatan intensif di RSUD,” katanya lagi.

Amukan Rahman, membuat ibu dan bibinya histeris meminta tolong.

Beruntung, malam saat kejadian, warga masih banyak yang belum tidur dan segera memberikan pertolongan.

Ibu Rahman, dilarikan ke RSUD, sementara Rahman, diamankan Satpol PP.

“Sekarang Rahman sudah disuntik di Puskesmas. Sudah normal lagi. Kalau ibunya masih harus mendapat perawatan di RSUD Nunukan,” kata Parmedy.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial