Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Pesawat ke Krayan Jadi Masalah Setiap Mudik Nataru, DPRD Nunukan Minta Dukungan Pesawat ke TNI AU

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Ryan Antoni, melakukan audiens dengan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, bermohon dukungan pesawat TNI AU untuk mudik Nataru ke Krayan. Dok.Ryan. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Ryan Antoni, melakukan audiens dengan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, bermohon dukungan pesawat TNI AU untuk mudik Nataru ke Krayan. Dok.Ryan.

NUNUKAN, infoSTI – DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, meminta Pemerintah Daerah menyiapkan transportasi mudik ke dataran tinggi Krayan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Selama ini, ketersediaan pesawat perintis ke Krayan, menjadi masalah menahun yang tak kunjung ada solusi, bagi warga 5 Kecamatan Krayan.

Sampai hari ini, Krayan hanya bisa ditempuh melalui udara. Dan tradisi mudik Nataru di wilayah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia ini, dimulai pada Bulan November.

‘’Pesawat perintis yang terbang ke Krayan itu hanya melayani 12 penumpang. Sementara pemudik bukan hanya dari Nunukan Kota. Mereka dari 5 Kabupaten/Kota di Kaltara. Itu kenapa mereka mulai mudik di Bulan 11,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Ryan Antoni, Sabtu (8/11/2025).

Kendala pesawat perintis, menjadi masalah menahun yang tak kunjung ada solusi.

Pemerintah telah meneken MoU dengan jadwal flight yang telah ditentukan, tanpa mempertimbangkan arus mudik Nataru.

Akibatnya, masyarakat Krayan harus berebut pesawat, dan terkadang harus menyeberang dulu ke Tarakan atau ke Malinau demi bisa mudik.

‘’Kalau gak dapat pesawat di Nunukan alternatifnya ya berangkat dari Bandara Tarakan atau Malinau. Biaya membengkak dan habis waktu di jalan,’’ sesal Ryan.

Seharusnya, lanjutnya, Pemerintah melalui Dinas Perhubungan, Kementrian dan Maskapai yang dikontrak untuk melayani penerbangan ke Krayan, jauh jauh hari memikirkan kondisi tersebut.

Harus ada skema khusus dan penerbangan dengan frekuensi lebih banyak jelang Nataru. Apalagi, kata Ryan, ada saat saat tertentu dimana penerbangan sepi penumpang.

‘’Coba jadwal penerbangan di bulan yang sepi penumpang digeser. Tapi itu kembali ke para pengambil kebijakan dan isi kontrak. Intinya masalah ini butuh solusi. Natal tetap tanggal 25 Desember tapi persoalan pesawat ke Krayan selalu terjadi,’’ sesalnya.

Mencoba mengatasi persoalan ini, Ryan kemudian mencoba melakukan koordinasi dengan Danlanud Anang Busra, Kota Tarakan, untuk memohon bantuan transportasi khusus untuk Nataru.

Di hadapan Danlanud Tarakan, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, Ryan menjabarkan masalah penerbangan ke Krayan jelang Nataru, dan bermohon ada bantuan pesawat untuk membantu masyarakat Krayan mudik.

‘‘Puji Tuhan direspon baik. Beliau mengajak Forkopimda ke Mabes untuk membahas ini dan mendapat respon baik dari KSAU. Semoga permintaan masyarakat Krayan jelang Natal terkabul,’’ harap Ryan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial