Menu

Mode Gelap
Tergoda Khasiat Minyak Lintah, Pelajar SMP di Nunukan Malah Jadi korban Cabul Oknum PPPK Antisipasi Listrik Byar Pet, PLN Nunukan Relokasi 4 Unit Mesin Baru dengan Kapasitas 5 MW Kabupaten Nunukan Sudah Berusia 26 Tahun, Fraksi Nasdem Usulkan Pemekaran Kecamatan Nunukan Timur Kabut Asap Kian Pekat, DPRD Nunukan : Kita Tak Hanya Dituntut Bersimpati Banyak TKI Lakukan Itsbat Nikah di Sebatik, Mulai ABG Hingga Pasangan Lansia dengan Banyak Cucu Jaksa Musnahkan Barang Bukti dari 58 Perkara Pidana Periode Ketiga 2026

Advertorial

Sedihnya Murid Sekolah Tapal Batas di Pulau Sebatik, Jembatan Ambruk Karena Banjir, Tak Bisa Bersekolah

badge-check


					Sejumlah murid madrasah terduduk dan melamun melihat puing jembatan menuju sekolahnya ambruk akibat banjir, Rabu (5/11/2025) malam. Dok.Andre Pratama. Perbesar

Sejumlah murid madrasah terduduk dan melamun melihat puing jembatan menuju sekolahnya ambruk akibat banjir, Rabu (5/11/2025) malam. Dok.Andre Pratama.

NUNUKAN, infoSTI – Puluhan murid sekolah tapal batas MI Darul Furqon di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara terduduk lesu saat melihat jembatan menuju sekolahnya ambruk akibat banjir, Rabu (5/11/2025) malam.

Raut wajah mereka langsung muram. Mereka hanya bisa terduduk lesu dengan memandang material sisa sisa jembatan yang runtuh.

“Helaan nafas mereka terdengar sangat dalam karena menyesali keadaan yang membuat mereka tak bisa bersekolah. Bagaimana mau ke sekolah, jembatan runtuh. Kasihan anak anak,” ujar Kepala

Madrasah Ibtidaiyah Darul Furqon, Adnan Lolo, dihubungi, Kamis (6/11/2025).

Adnan berharap, Pemerintah Daerah secepatnya membangunkan jembatan, demi lancarnya aktifitas belajar mengajar dan ekonomi masyarakat setempat.

Ia menuturkan ada sekitar 57 murid dengan 7 guru dan 2 staf administrasi di MI yang ia pimpin.

Mayoritas murid, merupakan anak TKI Malaysia. Mereka harus berangkat di pagi buta menuju sekolah agar tak terlambat.

“Sekolah akan libur terus sampai jembatan diperbaiki. Mau bagaimana lagi karena itu satu satunya akses. Kami sudah laporkan kondisi ini ke Pemerintah Daerah, semoga secepatnya ditindaklanjuti,” harapnya.

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, meminta Dinas PU untuk segera mengatasi permasalah tersebut.

Jembatan yang ada di Jalan Sinta, Desa Sei Limau, Sebatik Tengah, tak hanya menghubungkan MI Darul Furqon. Namun juga menjadi akses para petani kelapa sawit.

Ia juga menyarankan bagian anggaran Pemkab Nunukan mengalokasikan anggaran tanggap darurat/BTT untuk mengakomodir jembatan yang runtuh.

“Jembatan ini sangat urgen, baik itu untuk anak anak sekolah maupun perputaran ekonomi masyarakat,” kata dia.

Andre meminta Pemkab Nunukan menginventarisir dampak cuaca buruk yang belakangan terjadi, dan memastikan kerusakan segera teratasi.

“Sementara DPRD akan turun lapangan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat, sekaligus mengawasi dan memastikan upaya perbaikan yang dilakukan Pemda Nunukan,” kata Andre.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial