Menu

Mode Gelap
Kapolda Kaltara Kunjungi Pulau Sebatik, Cek Kesiapan Pos Pelayanan dan Pengamanan Lebaran 2026 Senyum Bahagia Anak Anak TKI Malaysia Saat Jembatan Menuju Sekolahnya Selesai Dibangun : Terima Kasih Sangat Buat Bapak Kapolda   Saat Pekik Merdeka Diteriakkan Warga Perbatasan RI – Malaysia Sambil Menanam Padi di Tengah Jalan Berlumpur Tiga Unit Rumah Guru SD di Pedalaman Sembakung Terbakar, Damkar Minta Maaf Karena Lokasi Tak Terjangkau Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif

Kaltara

Atlet Gym Nunukan Bawa Pulang 9 Medali Dari Gubernur Cup 2025 di Tarakan

badge-check


					Para atlet yang berlaga di Benuanta Muscle Fighter di Tarakan, Minggu (19/10/2025). Perbesar

Para atlet yang berlaga di Benuanta Muscle Fighter di Tarakan, Minggu (19/10/2025).

TARAKAN, infoSTI – Atlet Gym dan Fitness Nunukan, membawa pulang 9 medali dari kejuaraan Gubernur Cup Open 2025, di Kota Tarakan, Minggu (19/10/2025).

Bersaing dengan nama nama besar atlet dari Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan Timur, mayoritas atlet Nunukan mampu menembus 10 besar.

Di kelas Junior Mens Fitness, Reno mendapat juara 7, Ardiansyah juara 8, dan Christian juara 10.

Di kelas Mens Fitness, Dedy mendapat medali perak dengan juara 2. Rajawali juara 5, Ibrahim juara 10.

Kelas Mens Sport Fitness, atlet gym senior Nunukan, Suparman meraih juara 4.

Nama Suparman dan Rajawali kembali mendapat tambahan medali di Benuanta Muscle Fighter.

Suparman mendapat juara 4 dan Rajawali mendapat juara 5.

“Alhamdulillah, kita mendapat medali atas perjuangan atlet yang tak mudah tentunya. Turnamen open diikuti banyak provinsi dan kita masih bisa berbicara keras di atas panggung,” ujar Ketua PBFI Nunukan, Syarip, Senin (20/10/2025).

Atlet atlet gym dan fitness memiliki jalan yang tak mudah untuk sampai pertandingan.

Mereka dengan niat dan kemauannya, merogoh kocek pribadi tak sedikit untuk menu diet dan suplemen.

Diet ketat dijalani selama tiga bulan. Selama masa tersebut. mereka hanya memakan makanan yang direbus atau dikukus.

Tak makan nasi putih, tidak mengkonsumsi gula dan garam, dan melakukan latihan intens.

“Harapan kami semua, KONI Nunukan dengan ketuanya yang baru, bisa mempertimbangkan Cabor prestasi. Bukan hanya PBFI, tapi semua Cabor prestasi agar lebih diprioritaskan,” kata Syarip.

Perlakuan terhadap atlet, menjadi kunci untuk suksesi pertandingan.

Sekeras apapun atlet berlatih, melakukan diet ketat, jika usaha tersebut tak didukung anggaran dari induk olahraga, tetap menjadi ganjalan besar.

“Terima kasih untuk perjuangan atlet, support masyarakat Nunukan dan upaya KONI yang kemarin berusaha keras agar kami ikut bertanding,” imbuhnya.

“Semoga kita bisa meregenerasi atlet, dan terus meningkatkan prestasi di olahraga untuk mengharumkan nama Nunukan, Kaltara, bahkan Indonesia,” kata Syarip.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara