Menu

Mode Gelap
138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar

Advertorial

Kisah Alimuddin, Merantau ke Malaysia Puluhan Tahun Tanpa Kabar, Dikira Meninggal dan Kembali Pulang di Usia 93 Tahun

badge-check


					Alimuddin (93) warga Pinrang, Sulsel (tengah berambut putih) saat dipertemukan dengan keluarganya. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

Alimuddin (93) warga Pinrang, Sulsel (tengah berambut putih) saat dipertemukan dengan keluarganya. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, mengurus seorang Lansia yang dilaporkan warga sebagai orang terlantar.

Lansia bernama Alimuddin (93), warga Pinrang, Sulawesi Selatan tersebut, sakit sakitan dan tak ada sanak saudara di Nunukan.

“Kita bantu bawa beliau berobat. Kebetulan beliau terdaftar di BPJS Kesehatan, sehingga intervensi klien PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) tuntas,” ujar Kabid Rehsos DSP3A Nunukan, Parmedy, Minggu (19/10/2025).

Tak lama kemudian, Peksos (Pekerja Sosial), mendengar keinginan Alimuddin untuk pulang kampung.

Namun dengan kondisi Alimuddin yang pikun, Peksos ragu ragu dan lebih dulu meminta izin untuk melakukan tracking keluarga Alimuddin.

“Bapak Alimuddin dengan tegas meminta dipulangkan saja ke Pinrang. Ia mengatakan ‘Pulangkan saja saya ke Pinrang. Saya masih ingat dimana tempat keluarga saya’, tutur Parmedy menirukan permintaan Alimuddin.

Melihat keyakinan Lansia tersebut, Peksos kemudian mengurus kepulangannya menggunakan kapal laut PT Pelni.

Ia dibawa pulang pada Kamis (16/10/2025), dan tiba di Pelabuhan Pare Pare pada Sabtu (18/10/2025).

Tim Pendamping Dinas Sosial Nunukan, memulai melakukan pencarian keluarga.

“Dan benar saja, meski pikun, Bapak Alimuddin tak pernah lupa dimana keluarganya. Kita pertemukan beliau dengan keluarganya,” imbuhnya.

Suara tangisan langsung pecah di kediaman keluarga Alimuddin.
Pasalnya, sudah puluhan tahun ia merantau ke Malaysia, tidak pernah sekalipun keluarga mendengar kabar dan keberadaannya.

“Keluarga mengira Bapak Alimuddin sudah tiada. Itulah saling peluk diiringi teriakan tangis kebahagiaan bercampur kerinduan cukup keras terdengar,” lanjut Parmedy.

Parmedy mengatakan, realita kehidupan yang tersaji menjadi sebuah motivasi Dinas Sosial Kabupaten Nunukan terus berbuat dan melakukan pelayanan PPKS hingga tuntas.

“Tetaplah berbuat baik meskipun sebagian orang menganggap kita bukan orang baik. Salam kemanusiaan,” tutup Parmedy.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial