Menu

Mode Gelap
PMI Nunukan Alokasikan Bantuan Senilai Rp 115 Juta Untuk Korban Gempa NTT Carut Marut Pendataan Desil di Perbatasan RI – Malaysia, Dinas Sosial Nunukan Segera Lakukan Pendataan Ulang Carut Marut Penentuan Desil, DPRD Nunukan Segera Agendakan Hering BBM Sulit Diperoleh di Sebatik, Ekonomi Masyarakat Terdampak, Banyak Rumah Dijual Untuk Menutup Utang Bank Rapat Paripurna Raperda APBD Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Berkurang Rp 61 Miliar Silaturahmi Bersama Insan Pers Nunukan, DKISP Kaltara Perkenalkan Aplikasi ‘Viralkah’

Advertorial

Kisah Alimuddin, Merantau ke Malaysia Puluhan Tahun Tanpa Kabar, Dikira Meninggal dan Kembali Pulang di Usia 93 Tahun

badge-check


					Alimuddin (93) warga Pinrang, Sulsel (tengah berambut putih) saat dipertemukan dengan keluarganya. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

Alimuddin (93) warga Pinrang, Sulsel (tengah berambut putih) saat dipertemukan dengan keluarganya. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, mengurus seorang Lansia yang dilaporkan warga sebagai orang terlantar.

Lansia bernama Alimuddin (93), warga Pinrang, Sulawesi Selatan tersebut, sakit sakitan dan tak ada sanak saudara di Nunukan.

“Kita bantu bawa beliau berobat. Kebetulan beliau terdaftar di BPJS Kesehatan, sehingga intervensi klien PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) tuntas,” ujar Kabid Rehsos DSP3A Nunukan, Parmedy, Minggu (19/10/2025).

Tak lama kemudian, Peksos (Pekerja Sosial), mendengar keinginan Alimuddin untuk pulang kampung.

Namun dengan kondisi Alimuddin yang pikun, Peksos ragu ragu dan lebih dulu meminta izin untuk melakukan tracking keluarga Alimuddin.

“Bapak Alimuddin dengan tegas meminta dipulangkan saja ke Pinrang. Ia mengatakan ‘Pulangkan saja saya ke Pinrang. Saya masih ingat dimana tempat keluarga saya’, tutur Parmedy menirukan permintaan Alimuddin.

Melihat keyakinan Lansia tersebut, Peksos kemudian mengurus kepulangannya menggunakan kapal laut PT Pelni.

Ia dibawa pulang pada Kamis (16/10/2025), dan tiba di Pelabuhan Pare Pare pada Sabtu (18/10/2025).

Tim Pendamping Dinas Sosial Nunukan, memulai melakukan pencarian keluarga.

“Dan benar saja, meski pikun, Bapak Alimuddin tak pernah lupa dimana keluarganya. Kita pertemukan beliau dengan keluarganya,” imbuhnya.

Suara tangisan langsung pecah di kediaman keluarga Alimuddin.
Pasalnya, sudah puluhan tahun ia merantau ke Malaysia, tidak pernah sekalipun keluarga mendengar kabar dan keberadaannya.

“Keluarga mengira Bapak Alimuddin sudah tiada. Itulah saling peluk diiringi teriakan tangis kebahagiaan bercampur kerinduan cukup keras terdengar,” lanjut Parmedy.

Parmedy mengatakan, realita kehidupan yang tersaji menjadi sebuah motivasi Dinas Sosial Kabupaten Nunukan terus berbuat dan melakukan pelayanan PPKS hingga tuntas.

“Tetaplah berbuat baik meskipun sebagian orang menganggap kita bukan orang baik. Salam kemanusiaan,” tutup Parmedy.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial