Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Kaltara

Berniat Ambil Bibit Rumput Laut dan Tersesat Masuk Perairan Malaysia, 7 WNI Asal Tarakan Diamankan APMM

badge-check


					Ilustrasi : Sejumlah nelayan rumput laut Nunukan saat berangkat panen. Perbesar

Ilustrasi : Sejumlah nelayan rumput laut Nunukan saat berangkat panen.

NUNUKAN, infoSTI – Aparat Malaysia, mengamankan dua unit kapal nelayan, berisikan 7 orang WNI yang diduga masuk illegal ke perairan Malaysia.

Fungsi Protokol dan Konsuler pada Konsulat RI – Malaysia di Tawau, Pratomo Nugroho mengatakan, para WNI diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zon Tawau, Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 11.20 wita.

‘’ KRI Tawau diberi akses kekonsuleran tanggal 17 September 2025 pagi. Mereka (Para WNI yang diamankan APMM) diperlakukan dengan baik,’’ ujarnya, dikonfirmasi, Kamis (18/9/2025).

Adapun identitas para WNI yang diamankan adalah, E (50), E (50), BM (34), ST (39), A (37).

Dan ABK lain, masing masing, RS (40), A (22), B (50).

‘’Semua berasal dari Kota Tarakan Timur,’’ jelasnya.

Pratomo menjelaskan, dari hasil wawancara yang dilakukan pihak konsulat, para WNI mengaku dibayar bosnya untuk mengambil bibit rumput laut di wilayah Bambangan, Nunukan.

Mereka diinstruksikan menunggu di salah satu tower, dimana akan ada pihak yang mengantar bibit rumput laut ke mereka nantinya.

‘’Namun, para nelayan yang tak membawa GPS ini, tanpa sadar masuk ke perairan Tawau, sehingga ditangkap APMM,’’ tuturnya.

Karena tidak bisa menunjukkan dokumen apapun, para WNI dibawa ke Malaysia dengan tuduhan masuk perbatasan Negara lain secara illegal.

Para WNI akan ditahan selama sekitar 14 hari, kemudian diserahkan ke Imigresen Malaysia untuk proses deportasi.

‘’Konsulat RI sedang berupaya membujuk pihak Malaysia, agar  tujuh WNI tidak diserahkan ke Imigresen dan bisa langsung dipulangkan,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara