Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Kaltara

Berniat Ambil Bibit Rumput Laut dan Tersesat Masuk Perairan Malaysia, 7 WNI Asal Tarakan Diamankan APMM

badge-check


					Ilustrasi : Sejumlah nelayan rumput laut Nunukan saat berangkat panen. Perbesar

Ilustrasi : Sejumlah nelayan rumput laut Nunukan saat berangkat panen.

NUNUKAN, infoSTI – Aparat Malaysia, mengamankan dua unit kapal nelayan, berisikan 7 orang WNI yang diduga masuk illegal ke perairan Malaysia.

Fungsi Protokol dan Konsuler pada Konsulat RI – Malaysia di Tawau, Pratomo Nugroho mengatakan, para WNI diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zon Tawau, Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 11.20 wita.

‘’ KRI Tawau diberi akses kekonsuleran tanggal 17 September 2025 pagi. Mereka (Para WNI yang diamankan APMM) diperlakukan dengan baik,’’ ujarnya, dikonfirmasi, Kamis (18/9/2025).

Adapun identitas para WNI yang diamankan adalah, E (50), E (50), BM (34), ST (39), A (37).

Dan ABK lain, masing masing, RS (40), A (22), B (50).

‘’Semua berasal dari Kota Tarakan Timur,’’ jelasnya.

Pratomo menjelaskan, dari hasil wawancara yang dilakukan pihak konsulat, para WNI mengaku dibayar bosnya untuk mengambil bibit rumput laut di wilayah Bambangan, Nunukan.

Mereka diinstruksikan menunggu di salah satu tower, dimana akan ada pihak yang mengantar bibit rumput laut ke mereka nantinya.

‘’Namun, para nelayan yang tak membawa GPS ini, tanpa sadar masuk ke perairan Tawau, sehingga ditangkap APMM,’’ tuturnya.

Karena tidak bisa menunjukkan dokumen apapun, para WNI dibawa ke Malaysia dengan tuduhan masuk perbatasan Negara lain secara illegal.

Para WNI akan ditahan selama sekitar 14 hari, kemudian diserahkan ke Imigresen Malaysia untuk proses deportasi.

‘’Konsulat RI sedang berupaya membujuk pihak Malaysia, agar  tujuh WNI tidak diserahkan ke Imigresen dan bisa langsung dipulangkan,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara