Menu

Mode Gelap
SLB Nunukan Masih Kekurangan Guru, Fasilitas Gedung Masih Butuh Banyak Perbaikan DPRD Nunukan Minta Penanganan Banjir Pulau Sebatik Jadi Prioritas Perjuangan Petugas PLN Mengirim BBM ke PLTD Krayan, Berkubang Lumpur Dalam, Tidur di Hutan Berhari Hari Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun Pasokan BBM untuk PLTD Terkendala Akses Jalan Rusak, Krayan Terancam Gelap Gulita Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau  

Advertorial

Buka Lokakarya Pendidikan, Irwan Sabri Inginkan Pendidikan Adil dan Setara Bagi Anak Anak Perbatasan RI

badge-check


					Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menabuh gong menandai dibukanya Lokakarya Perencanaan Desain Pengelolaan Pendidikan di Wilayah Terpencil dan Perbatasan di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (26/8/2025). Dok.Prokopim. Perbesar

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menabuh gong menandai dibukanya Lokakarya Perencanaan Desain Pengelolaan Pendidikan di Wilayah Terpencil dan Perbatasan di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (26/8/2025). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menabuh gong menandai dibukanya Lokakarya Perencanaan Desain Pengelolaan Pendidikan di Wilayah Terpencil dan Perbatasan di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (26/8/2025).

Pembukaan Lokakarya, dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Program Inovasi Strategis.

Irwan Sabri menegaskan, pemerataan pendidikan berkualitas merupakan salah satu prioritas visi dan misi Pemerintah Kabupaten Nunukan.

“Kita ingin memastikan anak-anak di pedalaman dan perbatasan memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota besar. Pendidikan yang adil akan melahirkan generasi Nunukan yang tangguh, cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta cinta bangsa dan tanah air,” ujarnya.

Provincial Manager Inovasi Kalimantan Utara, Agus Prayitno, menyebut, dalam satu tahun terakhir ini, program Inovasi ini telah menyentuh 47 SD dan 13 MI di Pulau Nunukan dan Sebatik.

Serta melibatkan 60 kepala sekolah, 427 guru kelas awal, serta memberi manfaat bagi hampir 8.000 siswa.

‘’Kami memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah – wilayah terpencil dan perbatasan,’’ kata dia.

Kegiatan Lokakarya, akan berlangsung selama dua hari, dan  diharapkan menjadi wadah bagi terjadinya dialog antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan pegiat pendidikan dalam merumuskan strategi serta rencana aksi berkelanjutan yang berpihak pada kebutuhan pendidikan masyarakat di perbatasan.

Beberapa narasumber akan dihadirkan, antara lain, dari Tim Inovasi, Bappeda Litbang, Dinas PMD, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara dan Kabupaten Nunukan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial