Menu

Mode Gelap
Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

Advertorial

Angka IPM Kabupaten Nunukan Terendah se-Kaltara, Hermanus : Ini Tantangan Bagi Pemerintah Daerah

badge-check


					Wabup Nunukan, Hermanus saat menjadi narsum Seminar Akademik di Auditorium Gedung BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan, Sabtu (9/8/2025). Dok.Prokopim. Perbesar

Wabup Nunukan, Hermanus saat menjadi narsum Seminar Akademik di Auditorium Gedung BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan, Sabtu (9/8/2025). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Indeks Pembanguan Manusia (IPM) Kabupaten Nunukan, masih menjadi yang terendah di Kalimantan Utara.

Permasalahan ini diungkapkan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, dalam Seminar Akademik di Auditorium Gedung BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan, Sabtu (9/8/2025).

Kendati demikian, Hermanus  mengatakan hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk terus berupaya  meningkatkan IPM Kabupaten Nunukan sampai melampaui angka 70.

” Sudah 25 tahun IPM Kabupaten Nunukan belum bisa mencapai angka 70, oleh karenanya pemerintahan kami yang baru berumur 6 bulan ini, akan terus mengupayakan hal tersebut,’’ ujarnya di hadapan 561 Calon Wisudawan dan Wisudawati yang hadir.

Salah satu yang dilakukan pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memacu peningkatan angka IPM, adalah meluncurkan terobosan inovasi “Desa Cerdas”.

Inovasi Desa Cerdas yang mengalokasikan 10 persen Dana Desa untuk pembiayaan pendidikan formal masyarakat, dan diharapkan dapat mendongkrak penguatan dan peningkatan kualifikasi pendidikan masyarakat di 232 Desa.

Saat masyarakat bisa meningkatkan kualifikasi pendidikannya lebih tinggi, secara tidak langsung akan merubah pola pikir masyarakat yang tadinya konsumtif menjadi produktif yang kemudian akan berimbas pada kemajuan pembangunan di desa bahkan seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.

‘’Terlebih Universitas Terbuka yang telah teruji dalam sistem Perkuliahan Jarak Jauh, akan sangat membantu masyarakat mengenyam pendidikan tinggi secara daring,’’ kata Hermanus.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial