Menu

Mode Gelap
Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen

Kaltara

Petugas Damkar Nunukan Evakuasi 125 Ekor Ular di 2025, Terbanyak Ular Kobra

badge-check


					Petugas Damkar Nunukan menunjukkan salah satu ular sanca yang masuk perumahan warga dan berhasil dievakuasi. Dok. Disdamkar. Perbesar

Petugas Damkar Nunukan menunjukkan salah satu ular sanca yang masuk perumahan warga dan berhasil dievakuasi. Dok. Disdamkar.

NUNUKAN, infoSTI – Petugas Pemadam Kebakaran Nunukan, Kalimantan Utara, mencatat telah melakukan evakuasi terhadap 125 ekor ular yang masuk perkampungan/rumah warga pada periode Januari – Juli 2025.

Kasi Rescue pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Aristra Pratama Sanmigo mengatakan, jumlah tersebut dimungkinkan terus meningkat mengingat saat ini kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

‘’Faktor utama ular ular muncul di pemukiman warga, masuk rumah warga di Kabupaten Nunukan bukan karena habitat yang terganggu, tapi lebih kepada perubahan cuaca dan kondisi geografis,’’ ujarnya, dihubungi Rabu (6/8/2025).

Beberapa bulan belakangan, musim penghujan dan cuaca panas yang menyengat, menjadikan alasan hewan berdarah dingin tersebut keluar sarang, mencoba mencari tempat nyaman.

Disdamkar Nunukan mencatat ada 262 laporan keberadaan ular, dan 125 diantaranya berhasil dievakuasi.

Ular yang dievakuasi juga beragam, terdiri dari ular sanca, ular belang, hingga yang terbanyak adalah jenis ular kobra, baik kobra jawa atau king kobra.

Jumlah ini masih berpotensi meningkat, dan bisa saja melampaui jumlah evakuasi ular pada 2024, yang tercatat sebanyak 320 laporan, dengan jumlah evakuasi sebanyak 190 ekor.

‘’Masyarakat semakin menyadari pentingnya evakuasi hewan liar yang membahayakan dan semakin paham cara melaporkan kejadian tersebut ke pihak Dinas Pemadam Kebakaran,’’ imbuh Aris.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, karena musim penghujan yang terjadi beberapa bulan ini di Nunukan, masih memiliki potensi tinggi atas kerawanan gangguan ular.

‘’Kendati laporan evakuasi hewan meningkat, Disdamkar Nunukan tetap mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran dan edukasi masyarakat tentang keselamatan, termasuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi ancaman kebakaran,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara