Menu

Mode Gelap
138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar

Advertorial

Sebanyak 68 Mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan Diwisuda, Langkah Awal Menapak Asa Dari Perbatasan

badge-check


					Sebanyak 68 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun, Nunukan, dikukuhkan pada Wisuda ke-9 yang digelar di Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Minggu (3/8/2025). Dok.Prokopim. Perbesar

Sebanyak 68 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun, Nunukan, dikukuhkan pada Wisuda ke-9 yang digelar di Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Minggu (3/8/2025). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Sebanyak 68 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun, Nunukan, dikukuhkan pada Wisuda ke-9 yang digelar di Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Minggu (3/8/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad memberi sambutan dengan membacakan kutipan dari Kyai Haji Bahaudin Nursalim atau Gus Baha.

‘Hidup ini adalah tantangan. Begitu keluar dari satu masalah, maka akan datang masalah yang baru, begitu seterusnya’

Ucapan ini terkait dengan momen wisuda baru awal dari fase penting menuju tantangan baru di tengah masyarakat.

“Entah itu mencari pekerjaan, melanjutkan studi ke jenjang S2, atau menempuh pilihan hidup lainnya, semua membutuhkan keyakinan, keterampilan, dan ketekunan,” ujar Akhmad.

Ia mengatakan, meski para wisudawan lulus dari perguruan tinggi kecil di pulau perbatasan, masa depan tetap terbuka lebar.

Gelar sarjana, hanyalah salah satu syarat menuju kesuksesan. Namun yang terpenting adalah karakter, kompetensi, dan keberanian menghadapi kerasnya kehidupan.

“Percayalah, masa depan yang cerah bukan hanya milik alumni kampus besar seperti UGM atau ITB. Tapi juga milik kalian, lulusan STIT Ibnu Khaldun Nunukan,” tegasnya.

Kepada para orang tua para wisudawan dan wisudawati, Akhmad berpesan agar tidak membebani anak-anak mereka dengan tuntutan berlebihan.

“Nikmati setiap prosesnya, percayalah semua akan indah pada waktunya,” pungkasnya.

Mewakili Pemkab Nunukan, Akhmad mengucap terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada para dosen dan civitas akademika STIT Ibnu Khaldun yang telah berperan dalam mencetak lulusan yang siap bersaing.

“Tidak ada yang instan di dunia ini. Jika hari ini STIT Ibnu Khaldun baru dikenal, saya yakin suatu saat akan menjadi kampus Islam kebanggaan masyarakat Kaltara dan sekitarnya,” kata Akhmad optimis.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Kopertais Wilayah XI Kalimantan Dr. H. Asikin Nor, M.Ag.

Ketua Yayasan STIT Ibnu Khaldun H. Muhammad Pahmuddin. Ketua STIT Ibnu Khaldun Bakhrul Ulum.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, unsur Forkopimda, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial