Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Kaltara

Dijanjikan Pekerjaan di Nunukan Tapi Ditelantarkan, Lansia Asal Bandung Hidup Dari Belas Kasihan Masyarakat

badge-check


					Petugas DSP3A Nunukan mendampingi pemulangan Lansia asal Jabar, Marup (63). Marup tertipu orang yang menjanjikannya pekerjaan, sampai 3 bulan bertahan hidup dari belas kasihan orang. Dok. Dinsos Nunukan. Perbesar

Petugas DSP3A Nunukan mendampingi pemulangan Lansia asal Jabar, Marup (63). Marup tertipu orang yang menjanjikannya pekerjaan, sampai 3 bulan bertahan hidup dari belas kasihan orang. Dok. Dinsos Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, membantu pemulangan seorang Lanjut Usia (Lansia) bernama Marup Silegar (63), warga Bandung, Jawa Barat.

Marup yang merupakan seorang tukang bangunan, tertipu oleh laki laki kenalannya yang menjanjikan pekerjaan proyek di Nunukan.

‘’Marup terlantar lebih tiga bulan di Nunukan. Niatnya mengadu nasib, malah tertipu. Masyarakat memberitahukan nasibnya ke Dinas Sosial,’’ ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada DSP3A Nunukan, Parmedy, Jumat (1/8/2025).

Dari wawancara yang dilakukan Petugas Peksos, Marup dijemput oleh pelaku yang memastikan banyak proyek perumahan di Kabupaten Nunukan, dan gajinya jauh melebihi kerja di Pulau Jawa.

Namun naas, sesampainya di Nunukan, orang yang mengajaknya, justru menghilang tanpa kabar.

Marup yang sama sekali tak punya kontak dan tak mengenal seluk beluk Kota Nunukan, terpaksa bertahan hidup sendiri, tanpa keberadaan saudara dan kehilangan tujuan.

‘’Akibat kejadian tersebut, Marup kehilangan arah dan tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan. Selama lebih dari tiga bulan, ia bertahan hidup dengan menumpang dan bergantung pada belas kasihan masyarakat sekitar,’’ tutur Parmedy.

Dalam kondisi tersebut, Marup sempat mengalami penurunan kondisi fisik dan psikologis.

Saat ditemukan oleh warga dan dilaporkan ke Dinas Sosial, Marup tampak lemah secara fisik, ia mengalami kesulitan makan dan tidur, serta menunjukkan gejala stres akibat keterlantaran.

‘’Marup memiliki keterbatasan dalam pendengaran, yang membuatnya kesulitan memahami percakapan secara utuh. Hal ini semakin memperburuk keterasingannya dalam lingkungan sosial dan memengaruhi kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain,’’ kata Parmedy lagi.

Dengan kondisi tersebut, Dinsos membawanya ke rumah perlindungan sementara di shelter, sembari menunggu proses asesmen lanjutan, verifikasi identitas, dan fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

‘’Alhamdulillah, Pak Marup sudah kita pulangkan ke Bandung. Semoga kasus beliau menjadi pelajaran agar tak mudah percaya orang yang baru dikenal,’’ kata Parmedy.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara