Menu

Mode Gelap
Tangkapan Narkoba Polres Nunukan Turun Drastis, Begini Penjelasan Kapolres Heboh Isu SARA di Nunukan, Polisi Sebut Ulah Hacker yang Bertujuan Membuat Kekacauan di Bulan Agustus Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029 Operasi Narkoba di Sebatik Barat, Polisi Amankan 4 Pemain Sabu Sabu, Sita 33 Paket Hemat Siap Edar Harga Rumput Laut Nunukan Mencapai Rp 31.000/Kg, Upah Pengikat Bibit Naik, Jumlah Produksi Ikut Terdongkrak

Kaltara

Dijanjikan Pekerjaan di Nunukan Tapi Ditelantarkan, Lansia Asal Bandung Hidup Dari Belas Kasihan Masyarakat

badge-check


					Petugas DSP3A Nunukan mendampingi pemulangan Lansia asal Jabar, Marup (63). Marup tertipu orang yang menjanjikannya pekerjaan, sampai 3 bulan bertahan hidup dari belas kasihan orang. Dok. Dinsos Nunukan. Perbesar

Petugas DSP3A Nunukan mendampingi pemulangan Lansia asal Jabar, Marup (63). Marup tertipu orang yang menjanjikannya pekerjaan, sampai 3 bulan bertahan hidup dari belas kasihan orang. Dok. Dinsos Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, membantu pemulangan seorang Lanjut Usia (Lansia) bernama Marup Silegar (63), warga Bandung, Jawa Barat.

Marup yang merupakan seorang tukang bangunan, tertipu oleh laki laki kenalannya yang menjanjikan pekerjaan proyek di Nunukan.

‘’Marup terlantar lebih tiga bulan di Nunukan. Niatnya mengadu nasib, malah tertipu. Masyarakat memberitahukan nasibnya ke Dinas Sosial,’’ ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada DSP3A Nunukan, Parmedy, Jumat (1/8/2025).

Dari wawancara yang dilakukan Petugas Peksos, Marup dijemput oleh pelaku yang memastikan banyak proyek perumahan di Kabupaten Nunukan, dan gajinya jauh melebihi kerja di Pulau Jawa.

Namun naas, sesampainya di Nunukan, orang yang mengajaknya, justru menghilang tanpa kabar.

Marup yang sama sekali tak punya kontak dan tak mengenal seluk beluk Kota Nunukan, terpaksa bertahan hidup sendiri, tanpa keberadaan saudara dan kehilangan tujuan.

‘’Akibat kejadian tersebut, Marup kehilangan arah dan tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan. Selama lebih dari tiga bulan, ia bertahan hidup dengan menumpang dan bergantung pada belas kasihan masyarakat sekitar,’’ tutur Parmedy.

Dalam kondisi tersebut, Marup sempat mengalami penurunan kondisi fisik dan psikologis.

Saat ditemukan oleh warga dan dilaporkan ke Dinas Sosial, Marup tampak lemah secara fisik, ia mengalami kesulitan makan dan tidur, serta menunjukkan gejala stres akibat keterlantaran.

‘’Marup memiliki keterbatasan dalam pendengaran, yang membuatnya kesulitan memahami percakapan secara utuh. Hal ini semakin memperburuk keterasingannya dalam lingkungan sosial dan memengaruhi kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain,’’ kata Parmedy lagi.

Dengan kondisi tersebut, Dinsos membawanya ke rumah perlindungan sementara di shelter, sembari menunggu proses asesmen lanjutan, verifikasi identitas, dan fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

‘’Alhamdulillah, Pak Marup sudah kita pulangkan ke Bandung. Semoga kasus beliau menjadi pelajaran agar tak mudah percaya orang yang baru dikenal,’’ kata Parmedy.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara