Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Kaltara

Tabrakan Speed Boat di Nunukan Tewaskan Seorang Motoris, Polisi Amankan 3 ABK

badge-check


					SB Borneo 02 Ekspress diamankan petugas di depan Dermaga Tradisional Haji Putri. SB Borneo terlibat kecelakaan yang menewaskan seorang motoris speed penumpang. Dok.Penerangan LANAL Nunukan. Perbesar

SB Borneo 02 Ekspress diamankan petugas di depan Dermaga Tradisional Haji Putri. SB Borneo terlibat kecelakaan yang menewaskan seorang motoris speed penumpang. Dok.Penerangan LANAL Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Insiden kecelakaan maut yang terjadi antara kapal cepat bermesin 200 PK ganda, Borneo Express 02, yang membawa muatan kargo sebuah jasa pengiriman dan speed boat penumpang bermesin 40 PK, Senin (28/7/2025), masuk ranah penyelidikan.

‘’Kita sudah amankan tiga ABK kapal kargo mesin 200 PK ganda. Termasuk dua speed boat yang terlibat. Kita lakukan penyelidikan untuk memperjelas kronologis tabrakan yang berakibat tewasnya seorang motoris,’’ ujar Kasat Polairud Polres Nunukan, AKP Jounanda Wibowo Kusno, dihubungi Rabu (30/7/2025).

Ketiga ABK yang diamankan, merupakan ABK dari speed boat kargo Borneo 02 Express 200 PK Ganda, masing masing,

  1. Mohammad Sabir (28), motoris/nakhoda, warga Jalan Dermaga, RT 001 RW 004, Sungai Nyamuk, Sebatik Timur.
  2. Muhammad Aslan (19), ABK, warga RT 007, Desa Sungai Nyamuk, Sebatik Timur.
  3. Roy Wilson (18), ABK, warga RT 006 RW 004, Desa Sungai Pancang, Sebatik Utara.

Sejauh ini, belum ada keterangan detail yang disampaikan Jounanda terkait insiden maut tersebut.

Polisi masih menunggu keterangan seorang saksi kunci, yaitu, Siti Nurharisa, seorang penumpang kapal speed boat 40 PK yang motorisnya tewas dalam kecelakaan tersebut.

Jounanda juga belum bisa menjawab mengapa speed boat bisa bertabrakan, padahal keduanya sama sama baru saja meninggalkan pelabuhan.

‘’Kita masih menunggu keterangan saksi korban yang saat ini masih dirawat di ICU RSUD Nunukan. Penyelidikan terus berjalan, kami juga melakukan koordinasi dengan KSOP,’’ kata dia.

Diberitakan, satu motoris kapal cepat tewas dan satu penumpang luka berat dalam tabrakan maut dua kapal cepat di perairan Nunukan, Kalimantan Utara Senin (28/7/2025) sekitar pukul 14.20 Wita.

Insiden nahas ini melibatkan kapal cepat kargo Borneo 02 Express bermesin ganda 200 PK dengan kapal cepat penumpang 40 PK, yang mengakibatkan kapal penumpang terbelah dua.

Motoris yang tewas di tempat Rexsi Joseph Kabelen (23), warga Sebatik Barat.

Sementara penumpangnya, Siti Nurharisa (24) dari Pulau Sebatik, kini dirawat di RSUD Nunukan.

Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, menguak detail kronologi insiden nahas tersebut.

Benturan keras bermula ketika Borneo 02 Express yang memuat barang kargo J&T, bertolak dari PLBL Liem Hie Djung.

Kapal cepat tersebut berencana membawa kargo itu ke Pelabuhan Sei Nyamuk, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltara.

Tak lama berselang, hanya beberapa menit berlayar dari PLBL Liem Hie Djung, kapal kargo itu bertabrakan dengan kapal cepat penumpang.

Kapal penumpang itu sendiri baru saja berlayar dari Dermaga Tradisional Haji Putri, menuju Pelabuhan Tradisional Bambangan, Pulau Sebatik, sambil membawa seorang perempuan.

“Informasi dari motoris kapal kargo dan juga masyarakat menyebutkan, Borneo 02 Express berlayar sesuai alur pelayaran. Tiba-tiba kapal cepat 40 PK memotong haluan, sehingga tertabrak di bagian tengah sampai akhirnya terbelah,” tutur Letkol Primayantha, menjelaskan penyebab awal benturan.

Pascakejadian, prajurit TNI AL segera melarikan motoris kapal cepat 40 PK, Rexsi, ke Puskesmas Nunukan Kota.

Sayangnya, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Adapun penumpang perempuan, Siti Nurharisa, hingga kini mendapatkan perawatan intensif untuk luka-lukanya di RSUD Nunukan.

Menyusul insiden ini, pihak TNI AL segera bergerak cepat melakukan pendataan guna mengidentifikasi total lima korban yang terlibat dalam peristiwa tragis ini. Hasilnya adalah :

Dari Borneo 02 Express (200 PK Ganda):

  1. Mohammad Sabir (28), motoris/nakhoda, warga Jalan Dermaga, RT 001 RW 004, Sungai Nyamuk, Sebatik Timur.
  2. Muhammad Aslan (19), ABK, warga RT 007, Desa Sungai Nyamuk, Sebatik Timur.
  3. Roy Wilson (18), ABK, warga RT 006 RW 004, Desa Sungai Pancang, Sebatik Utara.

Dari Kapal Cepat 40 PK:

  1. Rexsi Joseph Kabelen (23), motoris (korban tewas), warga Desa Bambangan, Sebatik Barat.
  2. Siti Nurharisa (24), penumpang, warga Desa Liang Bunyu, Pulau Sebatik.
Facebook Comments Box

Trending di Kaltara