Menu

Mode Gelap
138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar

Advertorial

Pemkab Nunukan Menggelar Pelatihan Fardhu Kifayah, Edukasi Generasi Muda Muslim Untuk Memahami Tata Cara Mengurus Jenazah

badge-check


					Nara Sumber Pelatihan fardhu Kifayah oleh Pemda Nunukan, sebagai edukasi generasi muda untuk lebih memahami tata cara dan hukum mengurus jenazah bagi Ummat Muslim, Kamis (3/7/2025). Perbesar

Nara Sumber Pelatihan fardhu Kifayah oleh Pemda Nunukan, sebagai edukasi generasi muda untuk lebih memahami tata cara dan hukum mengurus jenazah bagi Ummat Muslim, Kamis (3/7/2025).

NUNUKAN, infoSTI – Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara, menyelenggarakan pelatihan fardhu Kifayah, sebagai edukasi generasi muda untuk lebih memahami tata cara dan hukum mengurus jenazah bagi Ummat Muslim, Kamis (3/7/2025).

Pelatihan Fardu Kifayah dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lantai V Kantor Bupati Nunukan, diikuti kurang lebih 200 peserta dari Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Abdul Munir mengatakan, tujuan pelatihan fardhu kifayah adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat, khususnya umat Islam, mengenai tata cara pelaksanaan kewajiban kolektif dalam Islam, yaitu mengurus jenazah (memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan).

“Masalah tata cara penyelenggaraan jenazah, memang cukup sulit ditemui di tengah-tengah masyarakat. Terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Saat ini, hanya sedikit sekali generasi muda yang peduli terhadap kewajiban kolektif dalam Islam (fardhu kifayah) ini.

“Akibatnya, yang melaksanakan fardu kifayah hanya didominasi oleh para orang tua. Padahal, penyelenggaraan jenazah tidak akan pernah berhenti selama umat islam masih ada,” sesalnya.

Munir mengimbau kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik, dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber.

‘’Sehingga nantinya dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilannya dalam penyelenggaraan kepengurusan jenazah sesuai tuntunan dan ajaran Islam,’’ kata Munir.

Pelatihan ini juga dihadiri, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Nunukan, Camat Nunukan Selatan, Ketua MUI Nunukan, Ketua Baznas dan Kementerian Agama Kabupaten Nunukan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial