Menu

Mode Gelap
Embung Lapri Lama Tak Beroperasi, DPRD Nunukan Minta PDAM Berikan Kompensasi ke Masyarakat Tabrak Pohon Tumbang di Tengah Jalan, Seorang Pedagang Sayur di Nunukan Tewas di Tempat Narkoba Masih Beredar di Jalan Strat Buntu Nunukan, Pasca Viral Video Cekcok Warga Dengan Pengedar Diduga Mabuk, Lima Orang Dewasa Aniaya Bocah SMP Hingga Babak Belur Dua Orang Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Perairan Nunukan, Nakhoda Speed Boat Borneo Ekspress Divonis 3 Tahun 6 Bulan Lima SPPG di Nunukan Disuspend BGN di Awal April 2026, Dua SPPG Kembali Beroperasi

Kaltara

Damkar Sebatik Tangkap Seekor Buaya yang Sering Masuk Pekarangan Rumah Nelayan

badge-check


					Petugas Damkar menangkap buaya remaja yang dilaporkan sering masuk pekarangan rumah warga Desa Seberang, Sebatik Utara, Perbesar

Petugas Damkar menangkap buaya remaja yang dilaporkan sering masuk pekarangan rumah warga Desa Seberang, Sebatik Utara,

NUNUKAN, infoSTI – Petugas Pemadam Kebakaran di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, menangkap buaya berukuran sedang yang meresahkan warga, Jumat (13/6/2025).

‘’Buaya tersebut, masuk pemukiman warga melalui saluran sungai, berkeliaran di jalur kapal nelayan dan menjadi ancaman bagi warga Kecamatan Sebatik Utara,’’ ujar Danton Damkar Sektor Sebatik Utara, Duwi Subakti melalui pesan tertulis.

Buaya seukuran orang dewasa sepanjang 2 meter tersebut, sering berdiam di salah satu parit yang sering menjadi lokasi berenang anak anak pesisir.

Tak jarang, buaya yang dikatakan Duwi masih berusia remaja tersebut muncul di pekarangan rumah warga.

Mendapat laporan tersebut, Petugas Damkar menyiapkan tali tambang dan besi penjepit untuk mencoba menangkap buaya.

‘’Awalnya buaya sempat kita tangkap, tapi berhasil lolos dan lari ke anak sungai di Desa Seberang. Dia berdiam di kedalam air keruh dan menyulitkan kami untuk mengeluarkannya dari air,’’ tuturnya.

Petugas dari sector Sebatik Utara dan Sebatik Timur, membuat simpul hidup sebagai jerat.

Simpul tersebut dilempar ke air berkali kali dengan harapan bisa mengenai bagian tubuh buaya yang berada di dalam air.

‘’Buaya merasa terancam dan bergerak agresif di dalam air. Saat muncul ekornya, kita jerat dengan tali, kita tarik naik pelan pelan, beberapa petugas menutup mata buaya agar tidak banyak gerak,’’ tuturnya.

‘’Kita ikat mulut buaya, ikat kakinya, lalu terus kita tarik naik keatas jembatan. Alhamdulillah buaya berhasil kita amankan,’’ urainya.

Petugas kemudian membawa buaya tersebut ke perairan perbatasan RI – Malaysia, yang sangat jauh dari pemukiman warga.

‘’Kita kembalikan ke habitatnya, kita lepaskan di sungai besar yang jauh dari perkampungan, kita jauhkan dari potensi membahayakan warga,’’ kata Duwi.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara