Menu

Mode Gelap
Gadis 11 Tahun di Nunukan Disetubuhi Ayah Tiri, Alami Pendarahan di Sekolah, Ibu Kandung Tak Perduli Tak Diberi Uang, Seorang Laki Laki di Nunukan Mengamuk dan Berupaya Menikam Istrinya dengan Badik Kuota BBM Untuk Petani dan Nelayan Disoal, DPRD Nunukan Minta Validasi Data Untuk Dibawa ke BPH Migas Bensin Malaysia Dianggap Sebagai Salah Satu Faktor Penghambat Penambahan Kuota BBM, Anggota DPRD Angkat Bicara Dipercaya Untuk Jualkan 62 Karung Rumput Laut, Laki Laki di Nunukan Tilap Uang Hasil Penjualan Untuk Foya Foya Krisis BBM Untuk Petani dan Nelayan Nunukan, DPRD Minta Pemda Perkuat Data dan Turun Lapangan

Nunukan

Berenang Ramai Ramai, Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Mansalong

badge-check


					Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025). Perbesar

Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025).

NUNUKAN, infoSTI – Polisi dan masyarakat di wilayah pedalaman Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, beramai ramai melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Sungai Daapiton, Mansalong, pada Minggu (25/5/2025).

Kapolsek Lumbis, Iptu Adrianus Thalik mengatakan, bocah yang tenggelam bernama Fikri Haikal (11), warga RT 3, Mansalong.

‘’Sampai hari ini, kami bersama masyarakat terus mencari korban,’’ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/5/2025).

Dari beberapa keterangan yang berhasil dihimpun polisi di lapangan, korban bersama beberapa temannya berenang di sungai pada Minggu (25/5/20250 sekitar pukul 16.30 wita.

Diduga korban terjun di aliran air yang deras, sehingga tubuh kecilnya langsung terseret arus air.

‘’Korban sempat dipegang rambutnya oleh temannya. Tapi karena hanya rambut, apalagi kondisi basah dan licin, pegangan terlepas. Korban hanyut terbawa derasnya arus air sungai Daapiton,’’ tutur Adrianus.

‘’Kebetulan sungai baru banjir juga, jadi arusnya masih sangat deras,’’ imbuhnya.

Pencarian korban, dilakukan secara manual menggunakan sejumlah perahu kayu milik masyarakat setempat.

‘’Kita terus mencari. Memang kendalanya sungai Mansalong cukup besar, sehingga pencarian butuh waktu sedikit lebih lama. Tapi kita terus berharap yang terbaik,’’ kata Adrianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara