Menu

Mode Gelap
Kebakaran Toko Sembako di Nunukan Sebabkan Ledakan di Tiang Travo Listrik, PLN Padamkan Saluran Listrik Alun Alun Nobar Piala Dunia Harus Tempuh Jarak 5 Km, Puluhan KK di Pulau Sebatik Minta PLN Segera Salurkan Listrik, Berani Bayar Dua Kali Lipat Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran Inspiratif dan Dekat Dengan Insan Pers, Dua Kepala Daerah di Kaltara Menerima Penghargaan Anugerah SMSI 2026 Lagi, Empat SPPG di Nunukan Menyusul Menghentikan Operasional MBG Akibat Anggaran Operasional dari BGN Belum Cair Kasus Investasi Bodong di Nunukan, Belasan Korban Diperiksa, Terduga Pelaku Belum Ditahan

Nunukan

Berenang Ramai Ramai, Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Mansalong

badge-check


					Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025). Perbesar

Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025).

NUNUKAN, infoSTI – Polisi dan masyarakat di wilayah pedalaman Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, beramai ramai melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Sungai Daapiton, Mansalong, pada Minggu (25/5/2025).

Kapolsek Lumbis, Iptu Adrianus Thalik mengatakan, bocah yang tenggelam bernama Fikri Haikal (11), warga RT 3, Mansalong.

‘’Sampai hari ini, kami bersama masyarakat terus mencari korban,’’ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/5/2025).

Dari beberapa keterangan yang berhasil dihimpun polisi di lapangan, korban bersama beberapa temannya berenang di sungai pada Minggu (25/5/20250 sekitar pukul 16.30 wita.

Diduga korban terjun di aliran air yang deras, sehingga tubuh kecilnya langsung terseret arus air.

‘’Korban sempat dipegang rambutnya oleh temannya. Tapi karena hanya rambut, apalagi kondisi basah dan licin, pegangan terlepas. Korban hanyut terbawa derasnya arus air sungai Daapiton,’’ tutur Adrianus.

‘’Kebetulan sungai baru banjir juga, jadi arusnya masih sangat deras,’’ imbuhnya.

Pencarian korban, dilakukan secara manual menggunakan sejumlah perahu kayu milik masyarakat setempat.

‘’Kita terus mencari. Memang kendalanya sungai Mansalong cukup besar, sehingga pencarian butuh waktu sedikit lebih lama. Tapi kita terus berharap yang terbaik,’’ kata Adrianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara