Menu

Mode Gelap
Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP HUT RI 81, Bendera Dayak Borneo Dikibarkan di Jalanan Rusak di Pelosok RI – Malaysia di Dataran Tinggi Krayan Cerita Imam Yusuf Napi Penerima RU II di HUT RI 81, Salah Jalan Karena Kecanduan Game Online, Menitip Pesan Bagi Para Gamer Sebanyak 967 WBP Lapas Nunukan Terima Remisi HUT RI 81, 13 Orang Langsung Bebas Respon Pernyataan Warga Perbatasan Tak Mau Rayakan Kemerdekaan, Bupati Nunukan Rayakan HUT RI 81 di Krayan Cerita Edy Santri, Warga Nunukan yang Setiap Tahun Sisihkan Uang Untuk Beli Bendera Merah Putih dan Dibagikan ke Masyarakat

Nunukan

Berenang Ramai Ramai, Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Mansalong

badge-check


					Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025). Perbesar

Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025).

NUNUKAN, infoSTI – Polisi dan masyarakat di wilayah pedalaman Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, beramai ramai melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Sungai Daapiton, Mansalong, pada Minggu (25/5/2025).

Kapolsek Lumbis, Iptu Adrianus Thalik mengatakan, bocah yang tenggelam bernama Fikri Haikal (11), warga RT 3, Mansalong.

‘’Sampai hari ini, kami bersama masyarakat terus mencari korban,’’ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/5/2025).

Dari beberapa keterangan yang berhasil dihimpun polisi di lapangan, korban bersama beberapa temannya berenang di sungai pada Minggu (25/5/20250 sekitar pukul 16.30 wita.

Diduga korban terjun di aliran air yang deras, sehingga tubuh kecilnya langsung terseret arus air.

‘’Korban sempat dipegang rambutnya oleh temannya. Tapi karena hanya rambut, apalagi kondisi basah dan licin, pegangan terlepas. Korban hanyut terbawa derasnya arus air sungai Daapiton,’’ tutur Adrianus.

‘’Kebetulan sungai baru banjir juga, jadi arusnya masih sangat deras,’’ imbuhnya.

Pencarian korban, dilakukan secara manual menggunakan sejumlah perahu kayu milik masyarakat setempat.

‘’Kita terus mencari. Memang kendalanya sungai Mansalong cukup besar, sehingga pencarian butuh waktu sedikit lebih lama. Tapi kita terus berharap yang terbaik,’’ kata Adrianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara