Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Kaltara

Panen Raya di Kebun Sayur Lapas Nunukan, Hasilkan 125 Kg Sayuran Hijau

badge-check


					Panen raya Lapas Nunukan. Hasilkan 125 Kg sayur mayur segar. Program pengembangan pertanian bagi WBP diharap menjadi bekal pasca menyelesaikan masa pidana. Perbesar

Panen raya Lapas Nunukan. Hasilkan 125 Kg sayur mayur segar. Program pengembangan pertanian bagi WBP diharap menjadi bekal pasca menyelesaikan masa pidana.

NUNUKAN, infoSTI – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan, Kalimantan Utara, melaksanakan panen raya hasil program ketahanan pangan yang telah dilaksanakan di SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) Lanuka (Lapas Nunukan), Kamis (17/4/2025).

Ada lebih dari 1 hektar lahan yang ditanami sayur mayur, dengan hasil panen kali ini sebanyak 125 Kg sayuran beragam jenis.

Terdiri dari kangkung dengan hasil panen sebanyak 60 Kg, sawi sebanyak 30 Kg, paria sebanyak 15 Kg. Labu putih sebanyak 10 Kg, dan terong ungu sebanyak 10 Kg.

‘’Hasil panen raya tersebut kita pasarkan,’’ ujar Kalapas Nunukan, Puang Dirham, Jumat (18/4/2025).

Hasil tanaman kebun sayur mayur yang dipanen, cukup segar dengan kualitas yang baik.

Puang mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan pertanian di Lapas Nunukan.

Sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Nunukan dalam menjalankan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Melalui panen raya, diharapkan para WBP dapat memperoleh keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap ini menjadi langkah awal yang terus berlanjut. Tidak hanya panen hari ini, tapi juga masa depan yang lebih baik bagi mereka,” kata Puang.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara