Menu

Mode Gelap
Dinas Perdagangan Nunukan Buka Kios TPID, Coba Stabilkan Harga Ketika Harga Pasar Mulai Melonjak Harga Bensin Naik Karena Stok Habis, Bupati Nunukan Imbau Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030

Kaltara

Plafon Lima Kelas di SDN 004 Sebatik Runtuh, DPRD Nunukan : Proyek APBN Asal Asalan yang Jadi Beban APBD

badge-check


					Kondisi plafon salah satu RKB di SDN 004 Sebatik Barat. Proyek APBN yang baru seumur jagung ini sudah mengalami kerusakan pada plafon. Asbes runtuh, terjadi di 5 RKB di sekolah tersebut. Perbesar

Kondisi plafon salah satu RKB di SDN 004 Sebatik Barat. Proyek APBN yang baru seumur jagung ini sudah mengalami kerusakan pada plafon. Asbes runtuh, terjadi di 5 RKB di sekolah tersebut.

NUNUKAN, infoSTI – DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, menemukan adanya plafon di SDN 004 Sebatik Barat, ambruk, saat melakukan monitoring proyek APBD Nunukan 2024, di Pulau Sebatik, Selasa (15/4/2025).

Sejatinya, DPRD Nunukan bertujuan melihat pengadaan meubelair untuk SDN 004.

Namun tak dinyana, ada kondisi janggal, dimana atap 5 RKB di sekolah tersebut, hanya menyisakan rangka baja ringan, tanpa plafon.

‘’Ambruk plafonnya. Kejadian terjadi saat libur Ramadhan kemarin, dan saat anak anak murid baru masuk sekolah,’’ ujar Kepala Sekolah SDN 004 Sebatik Barat, Nur Minari, Selasa (15/4/2025).

Nur Minari menuturkan, proyek pembangunan gedung SDN 004 Sebatik Barat, mulai dikerjakan oleh Kementrian Pendidikan, sekitar Tahun 2023.

Sayangnya, belum lama difungsukan, asbes di sekolah tersebut ambruk.

‘’Kemungkinan karena sering hujan. Asbes lembab dan akhirnya ambruk. Bukan hanya satu RKB yang asbesnya ambruk, tapi lima RKB, dengan waktu kejadian berbeda,’’ kata Nur Minari.

Nur Minari berharap, ada perbaikan atas kerusakan yang terjadi.

Meski kondisi RKB masih sangat layak, namun menurutnya, kerusakan plafon/asbes, perlu menjadi perhatian bersama.

‘’Kalau bisa diganti dengan saja dengan playwood, jangan asbes,’’ harapnya.

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, menyayangkan kerusakan yang terjadi.

Sebuah proyek APBN yang belum lama digunakan, mengalami kerusakan yang tidak perlu, sehingga terpaksa menjadi tanggungan Pemerintah Daerah.

‘’Saya melihat proyek APBN yang dilaksanakan PUPR asal asalan. Belum sampai tiga tahun plafon sudah runtuh. Langsung lima RKB bahkan,’’ kata dia.

Tentu saja, persoalan ini dipandang perlu menjadi catatan khusus dan sekaligus warning bagi kontraktor pelaksana kegiatan.

‘’Proyek APBN malah jadi beban APBD jadinya kalau begini,’’ sesal Andre.

Andre juga sepakat dengan usulan penggantian asbes dengan playwood dengan ukuran kotak kotak kecil.

Selain lebih tahan terhadap cuaca, ketika terjadi kebocoran atau kerusakan, tinggal menggantinya dengan potongan playwood lain.

‘’Catatannya rangka baja ringan sebagai plafonnya juga harus diganti. Tidak bisa playwood dipasang sementara rangkanya banyak lubang bekas baut untuk asbes yang ambruk kemarin,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara