Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Nunukan

Cerita Polsek Sebatik Barat, Panen Jagung Perdana Untuk Program Ketahanan Pangan, Diserahkan Semua Bagi Pemilik Lahan

badge-check


					Panen jagung perdana Polsek Sebatik Barat dalam program ketahanan pangan, Perbesar

Panen jagung perdana Polsek Sebatik Barat dalam program ketahanan pangan,

NUNUKAN, infoSTI – Sejumlah personel polisi dari Polsek Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, memenuhi ladang jagung, Rabu (5/2/2025).

Mereka memanen jagung perdana yang merupakan dukungan polisi di perbatasan RI – Malaysia, atas program ketahanan pangan yang digagas secara nasional di era Prabowo – Gibran.

Kapolsek Sebatik Barat Iptu Didik Tiastoro, mengatakan, jajaran Polsek Sebatik Barat, memanfaatkan lahan warga seluas 0,5 hektar untuk menebar sekitar 3,750 benih jagung.

‘’Untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, kami Polsek Sebatik Barat, mencoba memanfaatkan lahan tidur warga sebagai perkebunan jagung,’’ ujarnya, saat dihubungi.

Selain menghidupkan lahan tidur, Polsek Sebatik Barat juga memiliki misi agar masyarakat terinspirasi memanfaatkan potensi lahan sekitar mereka, dan turut andil dalam mewujudkan swasembada pangan.

Polsek Sebatik Barat, memberikan bantuan bibit serta tenaga saat penanaman.

Sementara pemeliharaan diserahkan kepada pemilik lahan, dengan pendampingan Bhintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

‘’Sehingga, tidak hanya menghasilkan secara ekonomi, tapi terjalin juga hubungan harmonis antara aparat polisi dan masyarakat,’’ kata Didik.

Sayangnya, kata Didik, musim hujan yang terus mengguyur perbatasan RI – Malaysia, mengakibatkan banyak tanaman jagung tak layak panen.

Banyak hama ulat yang merusak, sedangkan semprotan cairan pestisida tidak berpengaruh, karena selalu luruh akibat guyuran hujan.

‘’Jadi hasil panen perdana di program ketahanan pangan kita hanya sekitar 60 Kg. Banyak yang rusak karena hama,’’ kata Didik lagi.

Seluruh hasil panen, diserahkan ke pemilik lahan.

‘’Hasil panen jagung, kita serahkan kepada pemilik lahan. Supaya dijual dan digunakan untuk kebutuhan sehari hari,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara