Menu

Mode Gelap
DPRD Nunukan Pertanyakan Pencoretan Anggaran Sister School : Nunukan Butuh Perbaikan SDM Ramai di Medos Ketua DPRD Nunukan Dikepung dan Dimarahi Pedagang Pasar Tradisional Jamaker, Ini yang Terjadi Kebakaran Toko Sembako di Nunukan Sebabkan Ledakan di Tiang Travo Listrik, PLN Padamkan Saluran Listrik Alun Alun Nobar Piala Dunia Harus Tempuh Jarak 5 Km, Puluhan KK di Pulau Sebatik Minta PLN Segera Salurkan Listrik, Berani Bayar Dua Kali Lipat Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran Inspiratif dan Dekat Dengan Insan Pers, Dua Kepala Daerah di Kaltara Menerima Penghargaan Anugerah SMSI 2026

Nunukan

Program MBG di Nunukan, Belum Menyasar Madrasah dan Pesantren

badge-check


					Kepala Kemenag Nunukan, HM Shaberah melihat karya seni Kaligrafi santri, Perbesar

Kepala Kemenag Nunukan, HM Shaberah melihat karya seni Kaligrafi santri,

NUNUKAN, infoSTI – Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nunukan, Kalimantan Utara, masih belum menyasar sekolah Madrasah dan Pondok Pesantren.

MBG di perbatasan Indonesia – Malaysia ini, dimulai perdana Senin (6/1/2025), di Kecamatan Nunukan Selatan, dengan target 2.556 pelajar dari 6 sekolah, dari jenjang SD hingga SMA.

Dan meluas ke Kecamatan Nunukan, mulai Senin (13/1/2025), dengan target sasaran sebanyak 3.340, mulai PAUD hingga SMA. (Data Dinas Pendidikan Nunukan).

“Untuk MBG di lingkungan Madrasah dan PONPES di Kabupaten Nunukan, sampai saat ini belum ada titik terang kapan di mulai, ” ujar Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Nunukan, Muhammad Shaberah, dikonfirmasi, Senin (13/1/2025.

Shaberah juga mengaku belum mengetahui, bagaimana mekanisme MBG untuk Madrasah maupun Pondok Pesantren.

“Meskipun baru baru ini Ditjen Pendis Kemenag RI menerbitkan Surat edaran Nomor 10 tahun 2024 tentang panduan MBG bagi PONPES, kita belum tahu kapan (pelaksanaannya). Dari mana sumber dananya, apakah dari pusat atau daerah,” imbuhnya.

Di Kabupaten Nunukan, kata Shaberah, ada 43 lembaga pendidikan yang dinaungi Kemenag.

Terdiri dari jenjang Raudhatul Athfal/RA (Sekelas TK), Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, hingga Pondok Pesantren.

“Semoga saja segera ada kabar baik MBG bagi siswa Madrasah dan santri Ponpes yang jumlahnya 19 jutaan se-Indonesia,” kata Shaberah.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan