Menu

Mode Gelap
Ini Hasil 10 Hari yang Diminta Pemda Nunukan Saat Masyarakat Sebatik Mengancam Membuka Paksa Pintu Embung Lapri Awal Juli 2026 Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas SPMB di SDN 004 Nunukan, Pendaftar Membeludak Tapi Jatah Kuota Tak Terisi Penuh Belasan Tahun Menanti Uang Ganti Rugi, Warga Berharap Pemda Nunukan Tak Abaikan Potensi Konflik Sosial

Advertorial

Perpustakaan Harus Menjadi Prioritas Nasional Demi Menyongsong Indonesia Emas 2045

badge-check


					Kadis DPK Kaltara, Ilham Zain. Perbesar

Kadis DPK Kaltara, Ilham Zain.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, Ilham Zain, menekankan pentingnya perpustakaan mendapatkan prioritas dalam penganggaran nasional.

Menurutnya, kebijakan ini akan berdampak positif pada peningkatan minat baca, literasi, dan intelektualitas masyarakat, khususnya generasi muda seperti generasi milenial, generasi Z, dan generasi alpha.

“Jika pendidikan mendapat alokasi 20 persen dan kesehatan 10 persen dari APBN, maka perpustakaan juga harus diperhatikan. Perpustakaan perlu diberi porsi prioritas sehingga mampu mencetak generasi yang pintar dan cerdas,” ujarnya, Jumat (29/11/2024).

Ilham Zain menegaskan bahwa literasi adalah bekal utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya yakin kunci utama menuju Indonesia Emas 2045 adalah generasi yang punya karya dan berdedikasi tinggi. Nah, apa bekalnya? Ya literasi. Dan ini diperoleh di perpustakaan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan indeks minat baca. Menurutnya, perpustakaan telah memberikan banyak manfaat dan inovasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Orang-orang hebat dan cerdas banyak lahir dari kebiasaan membaca dan berkunjung ke perpustakaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ilham Zain juga menyadari tentang pentingnya transformasi layanan perpustakaan.

Ia memahami bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat berbagai aktivitas kreatif dan edukatif yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

“Perpustakaan harus terus berinovasi untuk menyajikan layanan yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat akan semakin terdorong untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang ada,” bebernya.

Diharapkan, dengan perhatian lebih terhadap perpustakaan, Indonesia dapat menciptakan generasi yang unggul dalam menghadapi tantangan global menuju 2045. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial