Menu

Mode Gelap
Ini Hasil 10 Hari yang Diminta Pemda Nunukan Saat Masyarakat Sebatik Mengancam Membuka Paksa Pintu Embung Lapri Awal Juli 2026 Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas SPMB di SDN 004 Nunukan, Pendaftar Membeludak Tapi Jatah Kuota Tak Terisi Penuh Belasan Tahun Menanti Uang Ganti Rugi, Warga Berharap Pemda Nunukan Tak Abaikan Potensi Konflik Sosial

Advertorial

Paslon BAHAGIA Janji Mengembalikan Pesawat Udara Rute Nunukan – Tarakan

badge-check


					Bandar udara Nunukan, Kalimantan Utara, Perbesar

Bandar udara Nunukan, Kalimantan Utara,

NUNUKAN, infoSTI – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Nomor urut 2, Basri – Hanafiah (BAHAGIA), menjanjikan untuk mengaktifkan kembali pesawat udara perintis rute Nunukan – Tarakan dan sebaliknya, jika terpilih pada Pilkada, 27 November 2024 nanti.

Ketua Tim Pemenangan BAHAGIA, La Dulah, menegaskan, Kabupaten Nunukan, memiliki geografis yang mayoritas menyulitkan warga luar pulau untuk berkunjung, sehingga, penyediaan fasilitas transportasi yang layak dan memadai, harus menjadi pertimbangan.

‘’Untuk menuju luar Pulau Nunukan saat ini ada speed boat dengan durasi perjalanan ke kota terdekat, Tarakan, membutuhkan waktu hingga tiga jam perjalanan. Transportasi udara dinilai lebih stabil dan menjadi alternatif terbaik,’’ ujar La Dulah, Sabtu (23/11/2024).

Jika dilihat dari waktu yang ditempuh, jalur udara relatif lebih unggul dan efektif dari pada jalur laut. Khususnya bagi mereka yang terbatasi waktu dalam mengurus administrasi pemerintahan dan kebutuhan mendesak lainnya.

Menimbang Kabupaten Nunukan merupakan perbatasan Negara dengan geografis terbilang sulit, dan masuk kategori tertinggal, terdepan, terluar (3T), perlu angkutan udara perintis guna mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah.

Penerbangan perintis di wilayah tapal batas Negara, diharap mampu mewujudkan stabilitas, pertahanan dan keamanan Negara.

‘’Sangat disayangkan, Pemerintah saat ini malah meniadakan penerbangan rute Nunukan – Tarakan dan sebaliknya,’’ sesal La Dulah.

Padahal, kata La Dulah, rute penerbangan ke Tarakan, berimplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penerbangan tersebut, menjadi akses untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sosial budaya, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lain sebagainya.

‘’Banyak masyarakat yang mengeluhkan nihilnya penerbangan ke Tarakan. Banyak kasus masyarakat tertinggal pesawat karena kendala perjalanan di laut dan sebagainya. Apalagi mereka yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak ke luar Kaltara,’’ imbuhnya.

La Dulah menegaskan, penerbangan perintis berperan penting dalam membentuk konektivitas jaringan rute penerbangan yang menghubungkan antara rute utama dengan rute pengumpan.

‘’Semoga masyarakat Nunukan memberikan dukungan untuk pengembalian rute penerbangan Nunukan – Tarakan dan sebaliknya. Sehingga Nunukan dapat berkembang menjadi lebih baik dan semakin maju,’’ kata dia.

Sumber berita : Tim Pemenangan BAHAGIA.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial