Menu

Mode Gelap
138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar

Advertorial

Tingkatkan Literasi, Pemprov Kaltara Gunakan IPLM dan TGM Sebagai Indikator

badge-check


					Aktifitas pelajar Kaltara di perpustakaan, Perbesar

Aktifitas pelajar Kaltara di perpustakaan,

TANJUNG SELOR, infoSTI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, terus berkomitmen untuk meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, dengan berpatokan pada dua indikator utama.

Yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Peningkatan Kegemaran Membaca DPK Kaltara, Suwarsono.

“Ukuran indikatornya ada dua, yakni IPLM dan TGM. Di sana terdapat item-item yang dapat menjadi referensi upaya peningkatan kapasitas literasi dan kegemaran membaca masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/11/2024).

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), merupakan sebuah ukuran yang menggambarkan kualitas literasi di suatu daerah, berdasarkan berbagai aspek.

Seperti akses terhadap fasilitas perpustakaan, tingkat pendidikan, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi.

Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), mengukur seberapa besar minat masyarakat dalam membaca berbagai jenis bacaan, yang dapat mendukung pengembangan pengetahuan mereka.

Kedua indikator ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi literasi di Kaltara.

Suwarsono juga menjelaskan bahwa kedua indikator ini, dihitung secara berkala setiap tahunnya.

Penilaian dilakukan oleh lembaga independen, yang memiliki peran penting dalam mengukur capaian literasi setiap daerah.

“Setiap tahun penilaian dilakukan oleh lembaga independen. Memang capaian terkadang di bawah, terkadang di atas. Namun hasil setiap tahun terus dijadikan evaluasi agar bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Hasil penilaian tersebut, akan digunakan sebagai dasar untuk merancang program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Guna meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat.

Lebih lanjut, Suwarsono menekankan pentingnya literasi dan kegemaran membaca dalam menghadapi tantangan global. Terutama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Soal literasi dan kegemaran membaca, memang sangat penting, apalagi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” bebernya.

Menurutnya, generasi yang memiliki kemampuan literasi yang baik, akan lebih siap dalam menghadapi perubahan dan perkembangan zaman yang semakin pesat.

DPK Kaltara, tambah Suwarsono, juga telah melakukan berbagai upaya untuk mendekatkan akses literasi kepada masyarakat.

Seperti memperbaiki fasilitas perpustakaan, menyelenggarakan program-program literasi di sekolah-sekolah, dan melibatkan komunitas dalam kegiatan baca bersama.

Dengan upaya terus-menerus dan evaluasi yang berkelanjutan, DPK Kaltara berharap bisa terus meningkatkan kualitas literasi masyarakat, demi menciptakan generasi yang lebih cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

“Melalui evaluasi dan pemantauan yang rutin, kami berharap Kaltara dapat terus menunjukkan progres yang positif dalam pembangunan literasi. Semakin tinggi tingkat literasi dan kegemaran membaca masyarakat, semakin besar peluang untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan di segala bidang,” tutup Suwarsono.

Sumber berita : DKISP Kaltara.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial