Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H Hendak Kirim Paket Hemat Narkoba ke Nunukan, Pria Ini Digerebek Polisi di Dermaga Speed Boat Sebatik Pengawasan Internal, Para Perwira Polres Nunukan Lakukan Tes Urine Harga LPG Melon di Nunukan Melambung Hingga Rp 80.000, Pemda Nunukan Segera Lakukan Sidak Terbukti Cabuli Balita Perempuan, Seorang PPPK di Nunukan Divonis 7 Tahun Penjara Sebanyak 21,54 Gram Narkotika dan Sejumlah Senjata Api Dimusnahkan Kejari Nunukan

Nunukan

Jawaban Dianggap Tak Nyambung, Paslon BAHAGIA Disentil GAAS

badge-check


					Paslon GAAS di debat perdana yang digelar stasiun TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024). Perbesar

Paslon GAAS di debat perdana yang digelar stasiun TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024).

NUNUKAN, infoSTI – Paslon BAHAGIA, mendapat sentilan dari Paslon GAAS saat sesi tanya jawab pada debat perdana Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Kaltara yang digelar salah satu stasiun TV swasta nasional di Jakarta, Senin (4/11/2024).

Sentilan tersebut, dilakukan Calon Wakil Bupati Servianus, saat meminta Paslon BAHAGIA memberikan contoh konkrit dalam strategi peningkatan ekonomi inklusif.

“Pertumbuhan ekonomi, merupakan instrument dalam pembangunan daerah. Bagaimana strategi paslon nomor 2 dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kabupaten Nunukan. Sebutkan contoh konkritnya,” ujar Servianus.

Calon Wakil Bupati dari BAHAGIA, Hanafiah, menerangkan, hampir 80 persen petani dan nelayan di Kabupaten Nunukan, merupakan penyumbang terbesar kedua Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dengan demikian, penanganan masalah ekonomi dari agrobisbis menuju agro industry wajib dilakukan.

Karena kalau berharap dari sektor tambang dan galian, lambat laun, Nunukan akan kolaps, karena komoditi tersebut tidak dapat diperbaharui.

Dan salah satu andalan ekonomi masyarakat Nunukan yang paling hebat saat ini, adalah rumput laut. Dimana Kabupaten Nunukan menghasilkan 5000 sampai 7000 ton perbulan.

“Selama ini, kita hanya menjual dalam bentuk raw material. Kita tidak menjual dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi. Kami akan mencoba mendatangkan investor dari luar, bagaimana rumput laut dikelola dengan baik, dan menghasilkan output yang baik pula, kata Hanafiah.

BAHAGIA berharap, keberadaan investor, akan banyak menyerap tenaga kerja.

“Saya kira, inilah siklus yang harus kita bangun, karena tanpa begitu, kita tidak bisa mengalami pertumbuhan yang kita harapkan,” tuntas Hanafiah.

Servianus menyayangkan penjelasan dan jawaban Hanafiah, tidak seperti yang diharapkan.

Iapun menjelaskan bahwa ekonomi inklusif, adalah ekonomi yang menciptakan kesempatan dan akses pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Adapun strategi yang tepat dilakukan menurut GAAS, diantaranya, meningkatkan pelayanan publik, pasar, menciptakan lapangan kerja kompetitif, peningkatan jaringan, pengamanan sosial, bagi warga miskin, peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya.

“Pertanyaan kami masalah ekonomi inklusif, tapi dijawab masalah rumput laut dan industry lain,” sesalnya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara