Menu

Mode Gelap
Pengiriman MBG Sering Terlambat Saat Musim Hujan, Guru di Pulau Sebatik Minta SPPG Perbaiki Jalan   Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 Enam Unit SPPG Selesai Dibangun Namun Belum Dibayar, Investor SPPG 3T di Perbatasan RI Tagih Janji Pembayaran BGN Sebuah Kios Pulsa di Nunukan Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik Harga Material Bangunan di Nunukan Melonjak Naik 5 – 12 Persen, Harga Cat Naik 70 Persen Rupiah Melemah, Warga Perbatasan RI di Krayan Kian Tercekik, Harga Barang Melambung, Biaya Transportasi Naik 100 Persen

Advertorial

Pemprov Kaltara Mendukung Penuh Program Prioritas Pasien Kronis BPJS Kesehatan

badge-check


					Audiens bersama BPJS, Togap menyatakan dukungan penuh bagi program prioritas pasien kronis. Perbesar

Audiens bersama BPJS, Togap menyatakan dukungan penuh bagi program prioritas pasien kronis.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kaltara, Togap Simangunsong, mendukung penuh upaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam memberikan pelayanan prioritas bagi peserta dengan penyakit kronis.

Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (17/10/2024).

Dalam pertemuan itu, Togap menyambut baik dialog langsung dengan perwakilan BPJS Kesehatan, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kaltara. Salah satu isu utama yang dibahas adalah sulitnya pasien penyakit kronis yang harus sering datang ke rumah sakit hanya untuk mengambil obat.

Nuim Mubaraq, menjelaskan, BPJS Kesehatan memiliki program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kronis.

“Salah satu aspirasi dari pasien adalah agar obat bisa dikirim langsung ke rumah, sehingga mereka tidak perlu sering mengantre di rumah sakit,” jelas Nuim.

Menanggapi usulan ini, Togap berkomitmen untuk segera menindaklanjutinya.

“Ini bagus, kita akan pelajari lebih lanjut, termasuk soal peraturan yang bisa diatur oleh pemerintah daerah,” katanya.

Togap juga berbagi pengalamannya di Jakarta, di mana ia bisa mendapatkan obat hanya melalui layanan pesan WhatsApp dari rumah sakit tanpa harus datang langsung.

“Di Jakarta, saya tidak perlu lagi datang langsung ke dokter kecuali ada keluhan lain. Cukup kirim pesan lewat WhatsApp ke rumah sakit, dan obat langsung dikirim ke rumah,” katanya.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat langkah-langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas program kesehatan di Kaltara, demi tercapainya pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial