Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 15 Legislator PKS se-Kaltara Ikuti Bimteknas, Pertajam Kepekaan Demi Pelayanan Optimal Kepada Rakyat  Angka Kemiskinan Kabupaten Nunukan Turun 0,04 Persen di Tahun 2026 Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar

Advertorial

Pemprov Gelar Program Pembebasan Denda Pajak dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan

badge-check


					Kepala Dinas Bapenda Kaltara Tomy Labo, Perbesar

Kepala Dinas Bapenda Kaltara Tomy Labo,

TANJUNG SELOR, infoSTI – Pemprov Kaltara, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua (BBNKB II).

Program ini, diluncurkan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Provinsi Kaltara, dan berlangsung mulai 21 Oktober hingga 22 November 2024.

‘’Kebijakan tersebut, diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban wajib pajak, tetapi juga memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltara,’’ ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara, Dr. Tomy Labo, SE., M.Si, Selasa (22/10/2024).

Menurut Tomy, program ini, bertujuan untuk mendorong masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan, atau kendaraan dengan pelat nomor luar daerah, untuk memanfaatkan kesempatan ini.

“Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak mereka,’’ ujarnya lagi.

Pemprov Kaltara, optimis program ini akan memberikan kontribusi positif dalam mencapai target penerimaan PKB yang ditetapkan.

Tomy mengungkapkan, pemerintah menargetkan penerimaan PKB sebesar Rp 105 miliar melalui program ini.

Selain itu, pembebasan BBNKB II, juga diharapkan mendorong kendaraan dari luar daerah, untuk beralih menggunakan pelat Kaltara, yang akan berdampak pada peningkatan PAD provinsi.

‘’Sejak dimulainya program, respons masyarakat cukup positif. Dalam satu hari pelaksanaan, tercatat penerimaan sebesar Rp 600 juta,’’ kata Tomy.

Tomy pun mengajak seluruh wajib pajak, untuk memanfaatkan program ini, sebelum masa berlaku berakhir.

“Program ini adalah kesempatan untuk meringankan beban pajak sekaligus mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Sumber berita : DKISP Kaltara.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial