NUNUKAN, infoSTI – Beras Malaysia mulai mendominasi pasar pasar tradisional Nunukan, Kalimantan Utara, pasca harga beras mengalami kenaikan.
Di Kabupaten Nunukan yang merupakan perbatasan RI – Malaysia, kebutuhan pokok masih sangat bergantung dengan kedatangan kapal laut, baik kapal Pelni maupun milik swasta.
Kapal kapal yang berlayar dari Surabaya dan Sulawesi Selatan tersebut, membawa sejumlah bahan pokok dan barang kebutuhan bagi masyarakat.
Imbasnya, naik turun harga tak terhindari, bahkan kecukupan stok dan ketersediaan bahan baku makanan, juga mengacu pada banyak faktor.
Diantaranya patokan harga BBM, kondisi cuaca yang mempengaruhi jadwal pelayaran kapal, hingga musim di daerah pemasok.
Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames tak membantah keberadaan beras Malaysia yang mulai menguasai pasar Nunukan.
‘’Situasi saat ini, dimana kita tinggal di perbatasan negara, dengan adanya kebutuhan masyarakat tinggi, beberapa perdagangan tapal batas masih berlangsung,’’ ujarnya menjawab fenomena tersebut, ditemui, Rabu (16/9/2026).
Dior mengakui, saat ini permintaan distributor pemasok beras lokal asal Sulawesi Selatan, menurun dibanding sebelumnya.
Ada banyak faktor yang menjadi alasan. Diantara alasan tersebut, naiknya harga beras di angka Rp 16.000/Kg menjadi yang utama.
‘’Pengusaha pasti berhitung untung rugi. Kalau sebelumnya harga beras masih Rp 13.000/Kg, mereka masih bisa untung setelah menghitung ongkos kirim dan buruh. Tapi begitu naik, mereka harus memilih jalur distribusi lain,’’ kata Dior.
Kendati baru melakukan pengecekan stok dan harga di pasar tradisional, Dior mendapat banyak laporan pedagang beras eceran yang membenarkan saat ini pasokan beras lokal sudah jauh berkurang.
Terlebih lagi, sejak dua tahun belakangan, harga beras tak pernah turun.
Di pasar pasar tradisional Nunukan, kenaikan beras eceran berlangsung secara bertahap. Mulai harga Rp 13.000/Kg, naik menjadi Rp 13.500/Kg, terus naik di Rp 14.000/Kg sampai hari ini dibanderol Rp 16.000/Kg.
Bahkan dari hasil Sidak pasar, harga beras Malaysia, ternyata lebih murah Rp 3000/Kg dibanding beras lokal.
‘’Karena itulah distributor beras lokal mencari pasokan beras dari sumber lain (Malaysia),’’ tegasnya. (Dzulviqor).











