Menu

Mode Gelap
PMI Nunukan Alokasikan Bantuan Senilai Rp 115 Juta Untuk Korban Gempa NTT Carut Marut Pendataan Desil di Perbatasan RI – Malaysia, Dinas Sosial Nunukan Segera Lakukan Pendataan Ulang Carut Marut Penentuan Desil, DPRD Nunukan Segera Agendakan Hering BBM Sulit Diperoleh di Sebatik, Ekonomi Masyarakat Terdampak, Banyak Rumah Dijual Untuk Menutup Utang Bank Rapat Paripurna Raperda APBD Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Berkurang Rp 61 Miliar Silaturahmi Bersama Insan Pers Nunukan, DKISP Kaltara Perkenalkan Aplikasi ‘Viralkah’

Nunukan

PMI Nunukan Alokasikan Bantuan Senilai Rp 115 Juta Untuk Korban Gempa NTT

badge-check


					PMI Nunukan salurkan donasi bantuan bencana untuk warga NTT melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Dok.PMI Nunukan. Perbesar

PMI Nunukan salurkan donasi bantuan bencana untuk warga NTT melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Dok.PMI Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Palang Merah Indonesia (PMI) Nunukan, Kalimantan Utara, mengalokasikan bantuan untuk korban gempa NTT, senilai Rp 115.856.000.

Ketua PMI Nunukan, Saddam Husein mengatakan, nominal tersebut, berasal dari donasi yang dikumpulkan PMI bersama BPBD Nunukan, instansi vertikal, masing masing, Pelni, Pelindo, KSOP, Pegadaian, Polri, Baznas, HMI, komunitas pemuda GO TM dan masyarakat sipil.

“Kita masih berpedoman bahwa kemanusiaan diatas segalanya. Ketika ada saudara kita yang menderita akibat bencana alam, kita sama merasakan kesakitan dan sedihnya. Untuk itulah kita semua mencoba berupaya menggalang bantuan atas nama kemanusiaan,” ujarnya, Kamis (17/8/2026).

Saddam mengatakan, nominal sumbangan, terdiri dari dua sumber, yaitu, uang tunai hasil donasi masyarakat perbatasan RI – Malaysia sebesar Rp 31.166.000 dan nilai sumbangan logistik sebesar Rp 84.690.000.

Barang yang disumbang, terdiri dari Sembako, pampers, pembalut, peralatan mandi dan pakaian layak pakai.

Proses pengiriman bantuan dilakukan dalam dua tahap, dan difokuskan untuk tiga Kabupaten di NTT. Masing masing, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai.

“Terima kasih kepada para donatur dan para mitra yang telah mempercayai PMI sebagai mitra terpercaya untuk penyaluran bantuan. Semoga amanah yang diberikan bermanfaat bagi para saudara yang tertimpa bencana di NTT,” kata Saddam.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 lalu.
Berdasarkan data yang diterima PMI Nunukan, kerusakan rumah akibat gempa NTT tersebar di delapan kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Sumba Timur.

BNPB juga mencatat, hingga 22 Agustus 2026, telah terjadi 5.012 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,1 hingga 6,2.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 gempa susulan dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Secara keseluruhan, BNPB mencatat korban jiwa akibat gempa NTT mencapai 142 orang. Sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka akibat gempa.

Sementara itu, jumlah pengungsi akibat gempa semakin menurun, yakni berjumlah 46.000 orang berdasar data terakhir yang diterima PMI Nunukan.

Data BNPB juga mencatat jumlah rumah yang rusak akibat gempa mencapai 103.427 unit.

Selain rumah, BNPB juga mendata sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat gempa.

Rinciannya ada 712 fasilitas pendidikan, 558 rumah ibadah, 157 fasilitas kesehatan, 685 unit kantor, 175 titik jalan, dan 50 fasilitas irigasi.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan