NUNUKAN, infoSTI – Sebuah gardu listrik PLN di dekat Masjid Al Aziz, Jalan RA Kartini, Nunukan Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, diduga mengalami trouble hingga mengeluarkan nyala api, Senin (14/9/2026) malam.
Kendati kejadian tersebut tergolong kasus biasa dan ringan, masyarakat sekitar mengalami trauma tersendiri karena di lokasi tersebut sudah mengalami tiga kali kebakaran.
“Ada tiga kejadian kebakaran di lokasi tersebut dan ini menjadi trauma tersendiri bagi warga sekitar situ,” ujar Plt.Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan, Wahyudi Kawariyin, dihubungi Selasa (15/9/2026).
Disdamkar mencatat, peristiwa kebakaran pertama di lokasi dimaksud, terjadi pada 12 Desember 2023. peristiwa kedua pada 19 Juni 2026, dan ketiga kalinya pada Senin 14 September 2026.
Wahyudi menuturkan, kepanikan warga terjadi sekitar pukul 18.17 wita, saat api menyala dari dalam boks travo PLN.
Mereka langsung berlari mengambil Apar di Masjid Al Azis dan Apar milik salah satu warga untuk secepatnya menyemprot api.
“Alhamdulillah api padam sebelum petugas sampai ke lokasi kebakaran. Dugaan sementara, travo kelebihan beban sehingga terbakar,” jelas Wahyudi.
Wahyudi mengapresiasi respon cepat masyarakat yang sigap dan tanggap ketika kebakaran terjadi.
Hal tersebut, berarti mereka telah memahami tugas first responder (penolong pertama) dimana masyarakat sebagai pihak yang pertama tahu, mencegah sedini mungkin potensi sebaran api.
“Kan sudah pernah terjadi travo di gardu tersebut terbakar ketika kios warga luluh lantak akibat kebakaran Juni 2026 lalu. Gambaran kejadian sebelumnya membuat mereka khawatir,” imbuhnya.
Berkaca pada dua peristiwa kebakaran sebelumnya, Disdamkar sudah melakukan antisipasi dengan menyediakan Apar di masjid dan rumah masyarakat sekitar.
Disdamkar juga telah mengedukasi dan membekali masyarakat untuk berani bertindak ketika api baru menyala.
“Kami berharap masyarakat di tempat lain juga meniru respon cepat yang dilakukan warga Jalan RA.Kartini. Sembari melapor ke Petugas Damkar, sebagian melakukan pencegahan,” kata Wahyudi.
“Jangan sepenuhnya bergantung kepada Petugas Damkar. Bisa jadi petugas lambat datang atau ada kendala lain saat di jalan,” imbuhnya.










