Menu

Mode Gelap
Jumlah Anak Tak Sekolah di Nunukan Mencapai Lebih 5000 Anak, DPRD Desak Pemda Perbanyak Sekolah Paket Anak Pedalaman Lumbis Berangkat Sekolah Dengan Bertaruh Nyawa, DPRD Usulkan Pengadaan Long Boat Layak Banyak Guru Mengajar Tak Sesuai SK Penempatan, DPRD Nunukan Sentil Dinas Pendidikan DPRD Nunukan Salurkan Bantuan Bibit Kangkung dan Jagung Untuk 26 Kelompok Tani Datangi Gedung DPRD Nunukan, Mahasiswa Teriakkan Dugaan Pungli pada Penyaluran Beasiswa dan Tuntut Asrama Layak Cerita Keluhan Para Orang Tua Murid Saat BDR Akibat Kiriman Kabut Asap di Nunukan

Kaltara

Cerita Keluhan Para Orang Tua Murid Saat BDR Akibat Kiriman Kabut Asap di Nunukan

badge-check


					Aktifitas BDR salah satu murid di Nunukan. Mereka terpaksa belajar di rumah akibat polusi asap Karhutla. Dok.Asdar. Perbesar

Aktifitas BDR salah satu murid di Nunukan. Mereka terpaksa belajar di rumah akibat polusi asap Karhutla. Dok.Asdar.

NUNUKAN, infoSTI – Bencana polusi kabut asap, akibat Karhutla, mengakibatkan aktifitas belajar mengajar dilakukan dengan metode Belajar Dari Rumah (BDR).

Banyak orang tua di Nunukan, Kalimantan Utara, mengeluh dengan kondisi tersebut, karena mereka tak bisa bekerja dan harus mendampingi anaknya belajar.

Meski ada yang tetap bekerja, mereka menyerahkan urusan pendampingan belajar anak kepada kakaknya.

Persoalan satu rumah hanya satu Hp android, juga menjadi pembahasan di sekolah.

Tak jarang, tugas sekolah diserahkan pada malam hari karena Hp harus dibawa orang tua bekerja.

‘’Banyak ortu murid upload status, mengeluh dan berharap BDR segera berakhir,’’ tutur Asdar, guru di MTS Al Khairat, Pulau Sebatik, menceritakan suasana BDR beberapa hari belakangan, Kamis (3/9/2026).

Di grup sekolah, banyak juga wali murid yang sering salah mengirimkan tugas anaknya.

‘’Pernah kejadian, ortu salah kirim tugas siswa di grup kelas. Sangking banyaknya grup, sulit bedakan mana grup anaknya. Tidak sesuai sudah kelasnya,’’ katanya lagi.

Terkadang, sebuah kesalahan seperti salah grup WA, justru mengundang gelak tawa di tengah banyaknya fikiran ortu yang berkecamuk antara sekolah anaknya dan kewajiban mencari nafkah.

Percakapan grup bertambah ramai dan menjadi sebuah hiburan di tengah bencana polusi asap yang terjadi.

‘’Saat BDR mulai Senin 31 Agustus 2026, banyak ortu murid status medsosnya minta segera hari Kamis, karena rencana BDR hanya sampai Rabu 2 September 2026 saja. Begitu BDR diperpanjang, banyak status ortu murid berisi do’a dan harapan agar Indonesia cepat pulih dari paparan asap,’’ imbuhnya.

Keluh kesah dan beragam cerita menggelitik diterima para guru di MI Al Khairat, Sebatik Timur.

Orang tua murid berkeluh kesah, kepalanya sangat pusing saat mengajar anaknya, terutama mereka yang memiliki anak sekolah lebih dari satu.

‘’Baru pertengahan menulis di jam mata pelajaran pertama mau menangis sudah dia pak, nah ini dua mata pelajaran. Saya harus jadi ibu guru dadakan dua anak murid pak. Apa ndak mendidih ni otak. Mana lagi kerjaan rumah menumpuk, mana lagi mau masak,’’ tutur Asdar membacakan chat salah satu wali muridnya.

Sepanjang BDR berlangsung, telfon yang masuk ke guru, semua meminta agar BDR tak berlangsung lama. Khususnya ibu ibu yang masih mempunyai Balita.

Orang tua yang biasa pergi untuk mengikat bibit rumput laut juga mengeluh tak bisa bekerja dan tak mendapat uang harian, sementara pekerjaan itulah yang menjadi sumber nafkah sehari hari mereka.

‘’Bagaimana dengan kami gurunya yang tiap hari menghadapi 25 sampai 30 murid di kelas dengan karakter siswa yang berbeda,’’ katanya sembari tertawa.

Kendati demikian, sebagai guru ia selalu memberikan motivasi kepada para wali murid yang harus mengemban tugas ganda dadakan, sebagai orang tua juga sekaligus tenaga pendidik sejati di rumah.

Para guru juga memiliki doa yang sama dengan para wali murid, agar kondisi Indonesia segera normal seperti sediakala.

‘’Tapi selalu ada hikmah di balik musibah. Saat BDR, anak anak yang tulisannya jarang selesai di sekolah, di rumah mereka selesai semua dan menyerahkan tugasnya,’’ kata Asdar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara