Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Advertorial

Anak Pedalaman Lumbis Berangkat Sekolah Dengan Bertaruh Nyawa, DPRD Usulkan Pengadaan Long Boat Layak

badge-check


					Anak anak sekolah di wilayah Lumbis berangkat sekolah dengan menyeberangi sungai karena tak ada akses layak. Perbesar

Anak anak sekolah di wilayah Lumbis berangkat sekolah dengan menyeberangi sungai karena tak ada akses layak.

NUNUKAN, infoSTI – Dilema anak anak pedalaman Nunukan di daerah Lumbis yang berangkat sekolah dengan taruhan nyawa, butuh perhatian serius dari semua pihak.

Anak anak disana, belum memiliki jalan aspal. Satu satunya alat transportasi yang bisa mereka gunakan adalah kapal kayu atau Long Boat untuk mengantar langkah kaki kecil mereka menuju sekolah.

‘’Kita mendengar bantuan Bus Sekolah yang diberikan untuk anak anak dengan jalan aspal yang mulus. Tapi kita juga butuh Long Boat untuk memastikan anak anak di pedalaman juga memiliki alat transportasi layak,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, Jumat (4/9/2026).

Setiap berangkat sekolah, anak anak tersebut harus menerjang derasnya ombak. Batu sungai dengan ukuran raksasa menjulang tegak yang menjadi ancaman nyata.

Arus sungai memiliki sejumlah jiram (geram), sehingga ketika perahu kayu yang mereka naiki menabrak batu, tentu akan terjadi kecelakaan yang fatal.

‘’ Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini memaksa para siswa dan guru menggunakan jalur air yang sangat berisiko. Untuk itu, salah satu upaya kita memberikan Long Boat layak,’’ tegasnya.

Jika dibandingkan dengan sekolah di wilayah Sabah, Malaysia, kondisi ini sangat jauh bedanya. Hal tersebut, terkadang membuat para guru minder dan tak percaya diri.

Negara masih belum terlalu memperhatikan daerah perbatasan yang notabene wajah dari Indonesia itu sendiri.

Mansur menegaskan, gambaran rute menuju sekolah di wilayah Lumbis, menjadi ironi di perbatasan negeri. Betapa anak anak sekolah masih harus berjuang ekstra keras demi hak dasar mereka.

‘’ Dan DPRD sudah mendesak pemerintah untuk mempercepat pembangunan jalan darat permanen di wilayah Lumbis agar warga bisa hidup dan beraktivitas dengan lebih layak serta aman,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial