Menu

Mode Gelap
Pasokan BBM ke Nunukan Sempat Terhenti Akibat Cuaca Buruk, Bensin Sempat Dibanderol Rp 40.000/Liter Cerita Korban Banjir Bandang Nunukan, Air Masuk Rumah Saat Tidur, Mobil Sampai Hanyut Hendak Diselundupkan ke Malaysia, Rotan Seberat 99,5 Ton Asal Kalsel Diamankan Petugas Bea Cukai di Perairan Sipadan Implementasi Perda Nomor 3 Tahun 2021, DPRD Nunukan Minta Disdik Segera Bentuk Satgas Anti Narkoba di Tiap Sekolah Hujan Semalam di Nunukan Rendam 345 Unit Rumah dan Merusak 60 Hektar Sawah Warga, BPBD Sarankan Status Siaga Darurat Bencana Konflik Wabup dan Anggota DPRD Nunukan, Undangan Terbuka di Medsos Menghasilkan Islah

Nunukan

Pasokan BBM ke Nunukan Sempat Terhenti Akibat Cuaca Buruk, Bensin Sempat Dibanderol Rp 40.000/Liter

badge-check


					Antrean pembeli BBM di salah satu APMS Nunukan. Keterlambatan suplay BBM terjadi selama beberapa hari karena cuaca buruk yang berimbas pada jadwal pelayaran kapal tanki BBM. Dok.Rico. Perbesar

Antrean pembeli BBM di salah satu APMS Nunukan. Keterlambatan suplay BBM terjadi selama beberapa hari karena cuaca buruk yang berimbas pada jadwal pelayaran kapal tanki BBM. Dok.Rico.

NUNUKAN, infoSTI – Suplay BBM untuk wilayah Nunukan, Kalimantan Utara sempat terhenti beberapa hari dan mengakibatkan kelangkaan.

Media social akhirnya diramaikan dengan pertanyaan dimana ada yang jual bensin, kapan pasokan tiba, hingga sejumlah penjual bensin eceran yang mempromosikan jualannya.

Bahkan ada beberapa penjual eceran yang membanderol bensin diluar harga wajar, mulai Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per liter.

Fenomena ini menjadi sebuah kewajaran di perbatasan RI – Malaysia, karena suplay yang mengandalkan jalur laut dari Kota Tarakan.

Ketika terjadi cuaca buruk maka jadwal pelayaran ikut terganggu, sehingga otomatis persoalan keterlambatan pasokan BBM selalu menjadi masalah menahun.

‘’Kalau beberapa hari ini telat akibat kendala cuaca. Tapi hari ini, APMS sudah mendapat suplay dan melayani pelanggan,’’ ujar salah satu pengusaha APMS ‘Bakkareng’ di Nunukan, Anca, melalui pesan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Suplay BBM terakhir, tersedia di Nunukan sekitar Sabtu (1/8/2028) lalu. Sejak itu, bensin eceran menjadi pilihan utama yang dicari masyarakat.

Media social kian ramai ketika para pengusaha UMKM, kurir dan para supir mengeluhkan kekosongan BBM.

Salah satu pengusaha mebel di Nunukan, Rico Adithya menuturkan, pengantaran mebel bagi pemesan harus tertunda karena sulitnya mendapat BBM.

‘’Mau gak mau harus molor janji pengantaran kursi dan meja ke pemesan. Mobil gak ada bensin. Alhamdulillah pemesan juga maklum karena kondisinya memang lagi susah bensin,’’ tuturnya.

‘’Malah beberapa pemesan juga ikut mengeluh motornya gak ada bensin dan bertanya dimana ada dijual bensin. Biar mahal tetap mereka mau beli,’’ imbuhnya.

Rico juga mengaku pernah membeli bensin dengan harga Rp 40.000 seliter. Harga tersebut dibanderol untuk bensin warna dengan spesifikasi Ron 88 yang biasanya berwarna kuning.

‘’Nunukan itu kalau sudah langka begini, biar dijual harga berapa mereka beli. Ndak ada protes mahal atau apa, asal ada pokoknya,’’ kata dia.

Saat berita ini ditayangkan, di jalan jalan utama Nunukan dipenuhi dengan pemandangan atrean pembeli bensin di sejumlah APMS sejak pagi hari.

Terdapat tiga unit APMS di wilayah Nunukan Kota dan 1 unit APMS di wilayah Nunukan Selatan.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan