NUNUKAN, infoSTI – Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar lomba domino untuk mempererat silaturahmi dan menjalin keakraban dengan masyarakat di Perbatasan RI – Malaysia, Minggu (16/2/2026) malam.
Puluhan meja digelar di Sekretariat LPADKT Nunukan, di Jalan Pembangunan, Nunukan Barat.
Lomba ini, diramaikan dengan sejumlah pertanyaan kuis berhadiah uang tunai di sela sela kompetisi berlangsung.
Ketua LPADKT Nunukan, Rian Antoni mengatakan, lomba domino, menjadi sebuah ajang paling efektif untuk saling berkumpul, menambah teman dan menjalin keakraban.
‘’Ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita dapat memperkuat hubungan antarindividu dan membangun komunitas yang lebih solid,’’ ujarnya.
Ia menambahkan, domino merupakan permainan strategi dan olahraga pikiran (mind sport) yang mengedepankan konsentrasi, kemampuan berpikir, dan sportivitas.
Peran komunitas dan kolaborasi setiap individu dalam acara ini sangat penting, karena menciptakan atmosfer yang menggembirakan bagi semua orang yang terlibat.
Dan yang perlu diingat, kata Rian, domino resmi di bawah naungan PORDI (Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia) yang menekankan sportivitas tanpa judi.
‘’LPADKT ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Dengan kebersamaan, mari kita membangun Nunukan lebih maju. Kita solid untuk menjunjung tinggi toleransi, persatuan dan kesatuan di Bumi Kalimantan,’’ tegasnya.
Lomba ini diikuti puluhan peserta, dihadiri Bupati Nunukan, Irwan Sabri, sejumlah Anggota DPRD, Rian Antoni, Ustania, Adama, Andi Muliyono, Syafruddin Arta dan Samuel Parangan.
Sejumlah pertanyaan sebagai pengetahuan umum dilontarkan sebagai sebuah iklan dan menghilangkan ketegangan yang terjadi di tengah lomba.
Peserta yang bisa menjawab, mendapat saweran uang tunai untuk menambah semangat dan mengembalikan semangat mereka dalam bertanding domino.
‘’Hadirnya Bupati dan beberapa Anggota DPRD kita, menegaskan sebuah sinergytas. Dengan kebersamaan ini, langkah LPADKT menjaga persatuan kesatuan dan warisan budaya suku Dayak, tak sulit dilakukan,’’ tegasnya.











