Menu

Mode Gelap
Kebakaran Gardu Listrik PLN di Jalan RA Kartini, Warga Panik dan Trauma DPRD Nunukan Usulkan Penambahan Anggaran Untuk Perbaikan Jalan di Dataran Tinggi Krayan Data Penduduk Miskin Banyak Tak Relevan, DPRD Minta Dilibatkan Dalam Sensus Ekonomi Dititipi Rp 10 Juta Untuk Belanja Komponen Mesin, Desil Naik, Sembako dan Beasiswa Anak Hilang Minta Diantar Pulang, Gadis 17 Tahun di Nunukan Jadi Korban Pemerkosaan Pemilik Bengkel Jualan Liquid Narkoba, Pengedar di Nunukan Pesan di Malaysia, Ambil Barang di Perbatasan Setelah Pemasok Kirim Foto Lokasi

Kaltara

Petugas Damkar Nunukan Evakuasi 125 Ekor Ular di 2025, Terbanyak Ular Kobra

badge-check


					Petugas Damkar Nunukan menunjukkan salah satu ular sanca yang masuk perumahan warga dan berhasil dievakuasi. Dok. Disdamkar. Perbesar

Petugas Damkar Nunukan menunjukkan salah satu ular sanca yang masuk perumahan warga dan berhasil dievakuasi. Dok. Disdamkar.

NUNUKAN, infoSTI – Petugas Pemadam Kebakaran Nunukan, Kalimantan Utara, mencatat telah melakukan evakuasi terhadap 125 ekor ular yang masuk perkampungan/rumah warga pada periode Januari – Juli 2025.

Kasi Rescue pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Aristra Pratama Sanmigo mengatakan, jumlah tersebut dimungkinkan terus meningkat mengingat saat ini kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

‘’Faktor utama ular ular muncul di pemukiman warga, masuk rumah warga di Kabupaten Nunukan bukan karena habitat yang terganggu, tapi lebih kepada perubahan cuaca dan kondisi geografis,’’ ujarnya, dihubungi Rabu (6/8/2025).

Beberapa bulan belakangan, musim penghujan dan cuaca panas yang menyengat, menjadikan alasan hewan berdarah dingin tersebut keluar sarang, mencoba mencari tempat nyaman.

Disdamkar Nunukan mencatat ada 262 laporan keberadaan ular, dan 125 diantaranya berhasil dievakuasi.

Ular yang dievakuasi juga beragam, terdiri dari ular sanca, ular belang, hingga yang terbanyak adalah jenis ular kobra, baik kobra jawa atau king kobra.

Jumlah ini masih berpotensi meningkat, dan bisa saja melampaui jumlah evakuasi ular pada 2024, yang tercatat sebanyak 320 laporan, dengan jumlah evakuasi sebanyak 190 ekor.

‘’Masyarakat semakin menyadari pentingnya evakuasi hewan liar yang membahayakan dan semakin paham cara melaporkan kejadian tersebut ke pihak Dinas Pemadam Kebakaran,’’ imbuh Aris.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, karena musim penghujan yang terjadi beberapa bulan ini di Nunukan, masih memiliki potensi tinggi atas kerawanan gangguan ular.

‘’Kendati laporan evakuasi hewan meningkat, Disdamkar Nunukan tetap mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran dan edukasi masyarakat tentang keselamatan, termasuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi ancaman kebakaran,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara