Menu ✖

Mode Gelap
Kejagung Mulai Periksa Eks Bupati Nunukan AL Sebagai Saksi Perkara Dugaan Pidana Korupsi PT CCM Pondok Produksi Tebu di Krayan Timur Ludes Terbakar, Penghasilan Warga Ikut Terdampak Lahan Sawit Seluas 3 Hektare di Pedalaman Nunukan Terbakar, Berhasil Padam Setelah 4 Jam Bakar Semangat Atlet yang Akan Berlaga di Porprov Kaltara, Irwan Sabri Janjikan Bonus Bagi Sang Juara Ketua KONI Optimis Atlet Nunukan Raih Juara Umum di Porprov Kaltara 2026 Saat Kapolres Nunukan Meminta Wartawan Mencoba Menelfon Layanan Darurat 110

Kaltara

Banjir Bandang di Dataran Tinggi Krayan, 3 Desa Terdampak, 1 Bangunan Hanyut

badge-check


					Petugas BPBD di Krayan, memperlihatkan puing puing rumah yang sempat hanyut diterjang banjir pada 17 Mei 2025 lalu. Perbesar

Petugas BPBD di Krayan, memperlihatkan puing puing rumah yang sempat hanyut diterjang banjir pada 17 Mei 2025 lalu.

NUNUKAN, infoSTI – Curah hujan tinggi, mengakibatkan banjir bandang di perbatasan RI – Malaysia, di dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.

Di media sosial, terdapat sebuah video peristiwa banjir Krayan yang dibagikan oleh warga.

Terlihat arus banjir yang merusak fasilitas umum, seperti jembatan, jalan desa, pertanian, hingga menghanyutkan sebuah rumah warga.

‘’Banjir di Krayan, terjadi pada 17 Mei 2025, sekitar pukul 15.30 wita. Dan laporan sementara yang kami terima, sebuah rumah hanyut terbawa banjir,’’ ujar Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, melalui pesan tertulis, Senin (19/5/2025).

Ada 3 Desa di Kecamatan Krayan, yang terdampak, masing masing, Desa Buduk Kinangan, Desa Pa’ Rupai, dan Desa Buduk Tumuh.

Banjir dengan ketinggian 80 – 100 Cm tersebut, sempat membuat warga mengungsi, karena aliran air yang cukup deras.

BPBD Nunukan mencatat, ada 6 rumah yang paling terdampak parah, dimana salah satunya hanyut diterjang banjir.

‘’Ada 6 KK dengan 23 jiwa yang sempat mengungsi. Namun informasi terakhir yang kami terima, banjir sudah surut dan pengungsi kembali ke rumah mereka,’’ kata Basir lagi.

Basir menegaskan, geografis Krayan yang sulit ditembus dan sulitnya signal internet, membuat komunikasi sulit dilakukan.

Alhasil, laporan kebencanaan juga tidak bisa langsung terkirim.

Menimbang persoalan tersebut, hal yang dilakukan BPBD sementara adalah, memberdayakan petugas di daerah untuk turut serta dalam kegiatan pembersihan fasilitas umum, rumah warga yang terdampak banjir.

Terus memantau ketinggian permukaan air. Monitoring perkembangan kondisi banjir ke desa sekitar.

Dan mengimbau masyarakat untuk waspada akan potensi kenaikan permukaan air.

‘’Kami kesulitan berkomunikasi dengan petugas disana. Untuk informasi lebih detail masih menunggu laporan,’’ kata Basir.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara