Menu

Mode Gelap
Dipercaya Untuk Jualkan 62 Karung Rumput Laut, Laki Laki di Nunukan Tilap Uang Hasil Penjualan Untuk Foya Foya Krisis BBM Untuk Petani dan Nelayan Nunukan, DPRD Minta Pemda Perkuat Data dan Turun Lapangan Pemkab Nunukan Buka Bukaan Mengapa Kuota BBM Belum Cukup Untuk Petani dan Nelayan Pengusaha APMS Nunukan Akui Kurangnya Kuota BBM Menjadi Sebab Petani dan Nelayan Tersisihkan Kuota BBM Tak Cukup dan Selalu Jadi Korban Monopoli di APMS, Nelayan dan Petani di Perbatasan RI – Malaysia Mengadu ke DPRD Kasus Investasi Bodong Nunukan, Polisi Tetapkan Dua Perempuan Sebagai Tersangka, Langsung Ditahan

Advertorial

Literasi Digital Sebagai Strategi Untuk Meningkatkan Minat Baca Gen Z di Kaltara

badge-check


					Gen Z sedang dirangsang minat bacanya dengan literasi digital. Perbesar

Gen Z sedang dirangsang minat bacanya dengan literasi digital.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara, tengah berupaya meningkatkan minat baca di kalangan Generasi Z (Gen Z), sebagai persiapan untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Melalui pendekatan literasi digital, DPK Kaltara berharap budaya membaca dapat lebih berkembang di era digital ini.

Kepala DPK Kaltara, Ilham Zain, melalui Kabid Pengembangan Perpustakaan, H. Suwarsono, mengungkapkan bahwa minat baca Gen Z saat ini masih terbilang rendah.

Berdasarkan data UNESCO 2023, indeks literasi Indonesia hanya mencapai 0,001 persen, yang berarti hanya satu dari seribu orang yang memiliki minat baca tinggi.

“Ini merupakan tantangan besar, terutama dalam menghadapi Gen Z yang lebih akrab dengan teknologi. Banyak dari mereka lebih memilih menggunakan teknologi untuk komunikasi dan hiburan,” ujar Suwarsono pada pekan ini.

Suwarsono menambahkan, agar Gen Z tertarik membaca, informasi perlu disajikan dengan cara yang menarik.

“Gen Z cenderung hanya membaca sekilas, kecuali jika konten tersebut dapat menarik perhatian mereka,” jelasnya.

Untuk mengatasi rendahnya literasi, DPK Kaltara telah menerapkan berbagai strategi, seperti layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) dan pengembangan perpustakaan digital.

Salah satu inovasi dalam literasi digital adalah aplikasi “iKaltara” yang dapat diunduh di platform Android.

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa mengakses koleksi buku digital kapan saja selama terkoneksi dengan internet.

“Kami terus berusaha menambah koleksi perpustakaan, baik dalam bentuk buku cetak maupun digital. Pengembangan perpustakaan digital menjadi prioritas kami agar dapat menjangkau lebih banyak pembaca, terutama di kalangan Gen Z,” ungkap Suwarsono.

Selain itu, DPK Kaltara juga menggelar berbagai kegiatan untuk menarik minat baca, seperti bedah buku dan lomba literasi.

Suwarsono menekankan pentingnya promosi literasi yang dilakukan secara konsisten dan berulang untuk menarik perhatian generasi muda.

“Semua program ini bertujuan untuk membangkitkan minat membaca, khususnya di kalangan Gen Z. Kami optimis dengan kerja sama yang solid, budaya membaca di Kaltara akan berkembang lebih baik,” tutupnya. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial