Menu

Mode Gelap
138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar

Advertorial

Pemprov Kaltara Optimis, Budaya Literasi Dapat Menjadi Kunci Memperbaiki Kualitas Hidup Masyarakat

badge-check


					Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara, Suwarsono, Perbesar

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara, Suwarsono,

TANJUNG SELOR , infoSTI – Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara, Suwarsono, menjelaskan, Forum Pemangku Kepentingan Tingkat Provinsi, tidak hanya berfungsi sebagai wadah diskusi.

Tetapi juga sebagai ruang, untuk mencari solusi inovatif, dalam menyelesaikan tantangan literasi di masyarakat.

Salah satu tantangan utama yang diangkat, adalah rendahnya akses terhadap buku dan sumber informasi berkualitas, terutama di daerah terpencil.

‘’Dengan semangat inklusi, Kaltara bercita-cita menjadikan budaya literasi sebagai bagian integral kehidupan masyarakat,’’ ujar Suwarsono.

Melalui kerjasama lintas sektor, diharapkan dapat tercipta solusi praktis untuk mengatasi hambatan ini.

Seperti program pengadaan buku secara kolektif atau pengembangan perpustakaan digital.

“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi social, tidak hanya mendukung pembelajaran formal. Tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong pengembangan keterampilan praktis, seperti kewirausahaan, teknologi informasi, dan pengelolaan sumber daya lokal,” ujarnya lagi.

Suwarsono menegaskan, hasil dari pertemuan forum pemangku kepentingan, akan menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan strategis dan operasional yang lebih terarah.

Kebijakan ini, akan difokuskan pada penguatan program literasi di tingkat provinsi, hingga desa, dengan melibatkan lebih banyak mitra strategis.

“Kerjasama lintas sektor ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat literat yang mampu bersaing secara global. Literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan kemajuan di berbagai bidang,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang erat dan semangat inovasi, Kaltara optimis bahwa literasi dapat menjadi kunci untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan informasi, dan menciptakan masyarakat yang lebih berdaya.

Program-program literasi yang dirancang tidak hanya akan meningkatkan tingkat melek huruf, tetapi juga mendorong penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kaltara berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memanfaatkan potensi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sumber berita : DKISP Kaltara.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial