NUNUKAN, infoSTI – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah pelosok pedalaman di Desa Pagar, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (6/11/2026).
Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 11.47 wita ini, menghanguskan perkebunan kelapa sawit seluas 3 Ha.
‘’Lahan perkebunan yang terbakar, diketahui milik warga bernama Pendri (37),’’ ujar Kalak BPBD Nunukan, Asmar, dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Sabtu (7/11/2026).
Ia menuturkan, berdasarkan keterangan pemilik lahan, api muncul secara tiba-tiba saat ia sedang membersihkan areal kebun sawit miliknya.
Meski sempat diantisipasi dengan alat seadanya, kobaran api dengan cepat merembet akibat tiupan angin dan kondisi lahan yang kering.
‘’Sadar api semakin tidak terkendali, pemilik lahan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan warga setempat,’’ kata Asmar.
Aksi tanggap darurat segera dilakukan oleh tim Satgas Gabungan dari BPBD Pos Lumbis dan Sembakung, pihak Kecamatan Sembakung, Polisi, Damkarhutla PT Adindo, dan puluhan warga desa setempat.
Tim Pemadam, mengerahkan 1 unit mobil Damkarhutla dan 1 unit mobil supply air dari Pos Lumbis, 1 unit mesin alkon milik PT Adindo, serta 5 unit pompa gendong milik masyarakat.
‘’Setelah perjuangan keras selama lebih dari empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pukul 13.55 wita, yang kemudian dilanjutkan dengan proses cooling down hingga pukul 18.07 wita untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa,’’ imbuh Asmar.
Sampai hari ini, belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran. Pihak berwenang, masih melakukan penyelidikan.
‘’Namun terdapat dugaan kuat dari pemilik lahan, bahwa percikan api pertama kali dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan,’’ kata Asmar lagi.
Lebih lanjut, Asmar mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan, khususnya di daerah rawan seperti Kecamatan Sembakung, untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kering ini.
Ia juga mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di area perkebunan atau hutan.
‘’Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok yang masih menyala, bisa berdampak fatal dan merugikan banyak pihak. Mari bersama-sama kita jaga lingkungan kita dari ancaman Karhutla,” kata Asmar.











