NUNUKAN, infoSTI – Kebakaran lahan terjadi di Desa Lubakan, wilayah pedalaman Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (2/11/2026) malam.
Berkat kesiapsiagaan petugas gabungan, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan total setelah melalui penanganan yang cukup dramatis, akibat kendala akses geografis.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Asmar menuturkan, peristiwa tersebut, dilaporkan oleh IRT bernama Sumarni (44) pada pukul 18.20 Wita.
‘’Petugas Damkar dan BPBD Sembakung langsung bergerak cepat menuju lokasi,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Asmar menuturkan, penanganan kebakaran, dimulai sejak pukul 19.05 Wita. Mengingat medan yang berat, proses pemadaman dibackup oleh sejumlah regu pemadam lain.
Petugas di lapangan juga harus memutar otak, karena akses menuju titik api sangat sulit.
Jarak dari titik masuk terdekat, mencapai kurang lebih 250 meter, sehingga penggunaan peralatan mesin portable, sama sekali tidak memungkinkan.
‘’Alhasil, petugas terpaksa menggunakan metode manual dengan memanfaatkan peralatan sederhana, seperti kayu dan parang. Petugas membuat sekat bakar demi memutus jalur rambatan api,’’ jelas Asmar.
Kejadian ini, lanjutnya, diduga akibat kelalaian pemilik lahan. Si pemilik lahan, melakukan pembakaran sisa-sisa dahan dan ranting hasil perintisan, untuk membersihkan lahan.
Pasca menyulut api, pemilik lahan langsung meninggalkan lokasi, sehingga nyala api yang awalnya kecil dengan cepat membesar dan merembet tak terkendali.
Api menyebar dengan cepat dan menghanguskan lahan seluas 1,5 Ha.
‘’Menyadari situasinya membahayakan, pemilik lahan kemudian melaporkan insiden tersebut ke pos Damkar,’’ imbuh Asmar.
Respon cepat petugas di lapangan, lanjut Asmar, tak lepas dari sinergytas antarlini di Kecamatan Sembakung. Banyak petugas terlibat, tak hanya BPBD dan Disdamkar, ada juga keterlibatan TNI, POLRI, Satpol PP, TAGANA, Staf Kecamatan Sembakung, hingga Kepala Desa Lubakan.
‘’Lewat kerja keras lintas unsur tersebut, api padam sepenuhnya pada pukul 20.31 Wita,’’ kata Asmar lagi.
Asmar memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim gabungan yang berhasil menjinakkan api meski dengan keterbatasan alat akibat faktor medan.
Ia juga memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat, agar menghentikan kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran.
Menurutnya, kelalaian sekecil apa pun di area lahan kering dapat memicu dampak bencana yang jauh lebih besar.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Mari kita jaga lingkungan kita dan beralih ke metode pembersihan lahan yang lebih aman serta ramah lingkungan,” kata Asmar.











