Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Advertorial

IPM Kabupaten Nunukan Terendah di Kaltara, DPRD Nunukan Usulkan Cerdas Cermat Kembali Diberdayakan

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur.

NUNUKAN, infoSTI – Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, meminta Dinas Pendidikan kembali membudayakan Cerdas Cermat untuk mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nunukan yang masuk klasifikasi terendah di Kaltara.

Mansur mengaku prihatin atas kondisi yang terjadi, sehingga ia mendorong agar Pemkab Nunukan mencanangkan program-program pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas SDM di perbatasan Indonesia – Malaysia ini.

‘’Salah satu hal yang cukup sederhana dan efisien adalah Lomba Cerdas Cermat. Ini terbukti meningkatkan kemampuan dan kapabilitas SDM,’’ ujar Mansur, Rabu (2/9/2026).

Usulan untuk peningkatan IPM, kata Mansur, tentu tak terbatas pada dunia pendidikan saja. Kita juga harus berdaya di sector sosial, kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Apalagi, Kabupaten Nunukan merupakan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

‘’Dan sebaiknya sering digelar itu cerdas cermat pelajar. Kalau perlu di setiap Hari Anak Nasional, Hardiknas, HUT RI, Ulang Tahun Kabupaten. Ini meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan kita,’’ tegasnya.

Mansur menegaskan, cerdas cermat sangat berguna untuk melatih kecepatan berpikir, menguji kemampuan akademik, serta membangun rasa percaya diri anak anak didik.

Dengan seringnya kompetisi yang edukatif, siswa lebih terpacu untuk belajar lebih giat dan memperluas wawasan di berbagai bidang.

Mereka akan memiliki daya fikir lebih cepat dan daya ingat lebih tajam. Yang akan sangat berguna dalam pengambilan keputusan saat berada di kondisi yang urgen.

‘’Jangan artikan ini hanya sebatas lomba mana sekolah yang lebih baik. Cerdas cermat sangat membantu peserta dalam memecahkan masalah serta memahami materi pelajaran secara mendalam,’’ urainya.

Tak cukup sampai disitu, cerdas cermat bahkan mampu menjadi media pembentuk karakter dan mental anak.

Anak anak akan dilatih untuk berani tampil dengan rasa percaya diri tinggi. Mereka akan mampu berbicara lantang ketika mengemukakan pendapatnya di depan umum.

‘’Dan yang paling penting, cerdas cermat mengajarkan arti kejujuran, integritas, kerja sama solid sebagai tim, serta cara berlapang dada dalam menerima hasil menang atau kalah,’’ tegasnya.

Dengan predikat Nunukan sebagai Kabupaten di Kaltara yang paling rendah IPMnya merujuk data BPS, DPRD meminta pemerintah mengevaluasi ‘prestasi’ tersebut.

Pemda sebaiknya mengkaji faktor-faktor yang berdampak pada rendahnya IPM secara menyeluruh.

Ia menambahkan, yang harus diingat, kualitas guru juga wajib menjadi catatan penting dalam hal peningkatan SDM.

Peningkatan kapasitas guru, serta kesejahteraan mereka juga membutuhkan dukungan anggaran, sehingga dampak pendidikan akan lebih terasa nyata.

‘’Pada prinsipnya, ada harga tentu ada kualitas. Saya kira pemerintah harus berupaya maksimal dalam meningkatkan IPM kita, agar mewujudkan sumber daya manusia atau SDM yang berkualitas dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045,’’ kata dia.

‘’Catatan pentingnya, jangan pelit anggaran untuk dunia pendidikan kita,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial