NUNUKAN, infoSTI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, menyelesaikan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI gelombang 119, di Kantor Lemhannas, Jakarta.
Arpiah mengatakan, dirinya bersyukur bisa mendapat kesempatan menjadi peserta PPNK Lemhannas RI yang merupakan ruang pembelajaran, sekaligus penguatan komitmen untuk meneladani nilai-nilai luhur Pancasila dan membangun Indonesia yang lebih kuat.
Dalam PPNK, peserta digembleng dengan berbagai materi mencakup Nilai-Nilai Kebangsaan yang meliputi perkembangan lingkungan strategis, peneguhan jati diri bangsa, kewaspadaan nasional, penguatan peran pimpinan, Pancasila dan UUD 1945, serta merajut keberagaman.
‘’Setiap pimpinan DPRD didorong untuk melahirkan inovasi strategis yang mampu mengoptimalkan peran parlemen daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,’’ ujar Arpiah, Senin (10/8/2026).
PPNK diselenggarakan sebagai instrumen strategis untuk menumbuhkan karakter negarawan, memperdalam wawasan kebangsaan, serta meningkatkan pemahaman terhadap lingkungan strategis, serta memastikan implementasi Asta Cita berjalan konsisten dan terintegrasi.
Tujuan utama kegiatan yang dihelat 27 Juli – 02 Agustus 2026 ini, untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan strategis para Ketua DPRD dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional dan daerah, melalui penguatan karakter kebangsaan, pendalaman wawasan geopolitik dan geostrategi, peningkatan tata kelola pemerintahan yang transparan, serta penguatan fungsi representasi rakyat.
Peserta didorong menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan agen perubahan. Lebih dari itu, agenda tersebut menjadi sarana penyiapan kader dan pemantapan pimpinan agar memiliki pola pikir yang komprehensif, integral, holistik, integratif, dan profesional.
Para peserta diharapkan tumbuh menjadi pimpinan legislatif yang bermoral, beretika, berkarakter negarawan, berwawasan nusantara, serta memiliki cakrawala pandang universal.
‘’Output utama dari KPPD ini bukan sekadar pemahaman akademik, melainkan evolusi dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak,’’ imbuhnya.
Sebagai legislator di wilayah perbatasan RI – Malaysia, Arpiah menegaskan hasil mengikuti PPNK menjadi bekal berharga dalam memperkuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, serta memperkokoh persatuan dan ketahanan nasional di wilayah perbatasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas RI, para narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta Angkatan 119 atas ilmu, pengalaman, dan jejaring yang terbangun selama kegiatan.
‘’Nilai-nilai kebangsaan harus diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta memperkuat ketahanan nasional dari wilayah perbatasan,” kata dia.
PPNK gelombang 119, diikuti 102 peserta dari berbagai profesi dan daerah di Indonesia, yang merupakan kolaborasi antara Lemhannas RI, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI) dan Indonesia Financial Group (IFG).
Peserta mendapat seluruh fasilitas pembelajaran, serta kesempatan berdialog langsung dengan narasumber pakar dan membangun jejaring strategis antar daerah.











