Menu

Mode Gelap
Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen

Kaltara

BPBD dan DLH Nunukan, Evakuasi Bangkai Sapi di Bawah Jembatan, Imbas Banjir Akibat Hujan Deras Semalam  

badge-check


					Petugas BPBD dan Disdamkar menyingkirkan batang pohon dan bangkai sapi yang menyumbat aliran sungai Pasar Baru. Seekor sapi warga tewas akibat banjir semalam suntuk, Jumat (28/3/2025) malam. Perbesar

Petugas BPBD dan Disdamkar menyingkirkan batang pohon dan bangkai sapi yang menyumbat aliran sungai Pasar Baru. Seekor sapi warga tewas akibat banjir semalam suntuk, Jumat (28/3/2025) malam.

NUNUKAN, infoSTI– Hujan lebat disertai petir semalam suntuk di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (28/3/2025), tak hanya menggenangi dan merusak rumah warga.

Banjir juga menghanyutkan pohon besar dan menewaskan seekor sapi warga, yang digembalakan di pinggir sungai, tak jauh dari Jembatan Pasar Baru.

‘’BPBD bersama DLH dan Aparat Keamanan melakukan pembersihan aliran sungai di Pasar Baru. Kita cacah batang kayu yang menyangkut, juga mengevakuasi seekor sapi besar yang ikut menyumbat aliran sungai,’’ ujar Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasan, dihubungi, Sabtu (29/3/2025).

Hasan mengatakan, diduga sapi tersebut masih terikat erat di patok kayu. Sehingga tidak bisa menyelamatkan diri/lari saat banjir melanda.

‘’Kebiasaaan warga kan menggembala sapinya di pinggir sungai. Jadi sapi diikat dengan patok kayu yang ditancapkan. Kita evakuasi bangkai sapi juga masih terikat talinya,’’ jelasnya.

Banjir di sejumlah daerah di areal Nunukan Kota, ditengarai akibat sumbatan pada aliran air, akibat sampah, dan masa pasang air laut.

BPBD Nunukan juga membantu evakuasi barang barang warga di areal Pangkalan, dibelakang Bank Mandiri lama, dan di belakang Hotel Lanfin.

‘’Ada sekitar 40 rumah yang terdampak yang kita tangani semalam,’’ kata dia.

Terdapat dua lokasi longsor yang tercatat BPBD. Masing masing di RT 16 dan RT 20, Nunukan Tengah.

Longsor akibat hujan semalam suntuk, berakibat retaknya bagian dapur rumah warga di RT 20.

BPBD sudah mencoba menutup retakan tersebut dan mengimbau pemilik rumah, tidak banyak beraktifitas di areal tersebut, karena rawan longsor susulan.

‘’Pendataan masih kita lakukan. Kita belum mendata di Jalan Angkasa, Jalan Pasar Baru dan lain lain. Kami juga di lapangan melakukan pompanisasi bagi warga di daerah rendah yang rendaman banjirnya belum surut,’’ kata Hasan.

Hujan deras disertai petir, Jumat (28/3/2025) malam, mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Nunukan Kota.

Selain jalan Protokol, di Jalan TVRI, banjir juga menggenangi rumah warga di Jalan Angkasa, dan Jalan menuju Pasar Baru.

Banjir juga melanda pemukiman di belakang Bank Mandiri lama, perumahan penduduk di belakang Hotel Lanfin.

Kasie Rescue Disdamkar Nunukan, Aristra Pratama Sanmigo mengatakan, banjir diakibatkan saluran drainase yang buruk.

Banyak sampah menyumbat saluran air, ditambah air laut yang mengalami pasang.

‘’Kejadian banjir kali ini, akibat drainase mampet oleh sampah,’’ ujar Aris.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara