Menu ✖

Mode Gelap
Menyoal Ganti Rugi Wilayah yang Masuk Malaysia, Pemkab Nunukan Sudah Berkali Kali Bersurat ke Pemerintah Pusat Pohon Roboh Menimpa Rumah Warga Desa Seberang Menjelang Subuh, Seorang Ibu dan Tiga Anaknya Selamat Kondisi Warga Desa Seberang yang Tanahnya Masuk Malaysia, Banyak yang Berusaha Menjual Sawah dan Kebun Demi Survive Makna Pamakaian Beragam Topi Adat Pada Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Polres Nunukan Pansel Umumkan Tiga Nama Calon Sekda Nunukan Hasil Open Bidding Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, BPBD Nunukan Sisir Wilayah Rawan Bencana

Advertorial

Dukung Inovasi Pertanian Modern, Pemkab Nunukan Gelar ‘Farmer Field Day’ Saat Panen Padi di Desa Binusan

badge-check


					Wakil Bupati Nunukan, Hermanus saat panen raya dalam rangkaian kegiatan FFD di Desa Binusan. Dok.Prokopim. Perbesar

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus saat panen raya dalam rangkaian kegiatan FFD di Desa Binusan. Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Dukung pengembangan sektor pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi tepat guna, Pemkab Nunukan menggelar Farmer Field Day (FFD) Teknologi PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System), yang dilaksanakan di Jalan Sei Apuk, Desa Binusan, Rabu (28/10/2026).

Untuk diketahui, Farmer Field Day (FFD) atau Hari Temu Lapang, adalah metode pemberdayaan petani melalui pertemuan langsung antara petani, peneliti, penyuluh, dan pemangku kepentingan untuk saling bertukar informasi, melihat langsung penerapan teknologi pertanian modern, serta menyampaikan umpan balik mengenai kendala usaha tani.

“Kami berharap melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan sinergi bersama para petani, produktivitas pertanian dapat terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Nunukan, Hermanus.

Bagi Hermanus, FFD memiliki sejumlah fungsi strategis. Diantaranya, memperkenalkan inovasi dan teknologi pertanian baru, seperti sistem tanam modern, alat panen, pupuk organik, atau irigasi.

Menjadi wadah dialog untuk mencari solusi atas masalah di lapangan seperti hama, bibit, atau sarana produksi. Serta mendorong produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani

‘’Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran dan berbagi pengalaman antara peneliti, penyuluh pertanian, dan petani, dalam menerapkan inovasi teknologi, yang berguna untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi menyampaikan, pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, petani, serta seluruh mitra pembangunan pertanian.

Pendampingan yang berkesinambungan, mulai dari persiapan, penerapan teknologi, pemeliharaan tanaman hingga panen, menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan usaha tani.

‘’Kegiatan FFD tidak hanya menjadi momentum panen, tetapi juga sarana demonstrasi teknologi, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas petani,’’ kata Masniadi.

Dalam momen tersebut, Hermanus juga menyerahkan bantuan Alsintan berupa drum seeder dan cenderamata sebagai bentuk apresiasi untuk para pejuang pangan atas kinerja yang baik.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial