Menu ✖

Mode Gelap
Makna Pamakaian Beragam Topi Adat Pada Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Polres Nunukan Pansel Umumkan Tiga Nama Calon Sekda Nunukan Hasil Open Bidding Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, BPBD Nunukan Sisir Wilayah Rawan Bencana Seekor Trenggiling Bersembunyi di Body Motor Sebabkan Kendaraan Sulit Berbelok, Dievakuasi Damkar dan Diserahkan ke BKSDA Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Perbatasan Harus Berjiwa Patriot dan Peduli Sesama Pemkab Nunukan Lakukan Mutasi Terhadap Tujuh PNS, Tiga Pejabat Tinggi Pratama Bergeser

Advertorial

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, BPBD Nunukan Sisir Wilayah Rawan Bencana

badge-check


					Petugas BPBD Nunukan memantau salah satu wilayah rawan bencana di Pulau Sebatik.Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Petugas BPBD Nunukan memantau salah satu wilayah rawan bencana di Pulau Sebatik.Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, melakukan pemantauan intensif di berbagai wilayah rawan bencana selama tiga hari berturut-turut, mulai 26 hingga 28 Oktober 2026.

Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun yang dirilis oleh BMKG dan BNPB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nunukan, Asmar mengatakan, langkah preventif tersebut, dilakukan untuk memetakan sekaligus menekan dampak buruk dari bencana hidrometeorologi.

‘’Fenomena alam seperti banjir, angin kencang, tanah longsor, abrasi pantai, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kerap mengintai dan menjadi ancaman musiman dalam dua bulan terakhir menjelang akhir tahun,’’ ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Para petugas BPBD Nunukan juga sudah diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik-titik krusial yang masuk dalam peta zona merah rawan bencana.

Operasi pemantauan ini dilakukan secara bertahap, menyisir wilayah IV hingga ke kawasan perbatasan.

Asmar mengaku tidak ingin kecolongan sehingga ia meminta Tim BPBD terus bergerak secara simultan selama tiga hari ini untuk memonitor kondisi debit air, stabilitas tanah, dan memastikan kesiapan jalur evakuasi warga.

‘’Fokus utama tim reaksi cepat BPBD kali ini menyasar Wilayah III, khususnya Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Sebatik Barat. Keduanya menjadi perhatian khusus karena memiliki beberapa titik yang sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem akhir tahun,’’ imbuhnya.

Asmar mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan khusus, ditujukan bagi warga yang beraktivitas atau tinggal di sekitar pesisir pantai, bantaran sungai, dan daerah perbukitan yang rawan longsor.

‘’Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kami telah menyiagakan layanan cepat tanggap darurat. Bagi warga yang melihat tanda-tanda bahaya atau membutuhkan bantuan penanganan bencana, dapat segera menghubungi call center Pusdalops PB di Nomor 08115379995,’’ kata Asmar.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial