Menu ✖

Mode Gelap
Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG

Nunukan

Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk

badge-check


					Polisi menemukan jasad Rohani, Lansia penjual buah di Jembatan Pasar Pagi. Jasad terbungkus lapisan kain dan diperkirakan waktu kematian sudah sepekan. Dok.Polres Nunukan. Perbesar

Polisi menemukan jasad Rohani, Lansia penjual buah di Jembatan Pasar Pagi. Jasad terbungkus lapisan kain dan diperkirakan waktu kematian sudah sepekan. Dok.Polres Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Jasad seorang wanita Lansia, ditemukan telah membusuk, di Jalan Pattimura RT.001, Nunukan Timur, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (15/10/2026) petang.

Jasad tersebut, ditemukan terbungkus rapat dengan sejumlah lapisan kain, yaitu baju daster, kain sarung dan selimut.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Idris mengungkapkan, jasad tersebut adalah wanita bernama Rohani (68), yang selama ini bekerja sebagai penjual buah di areal Jembatan Pasar Pagi.

Rohani, selama ini tinggal berdua dengan anaknya, Rahman (50) yang dikenal sebagai tukang urut keliling.

‘’Awalnya ada anggota polisi, Pak Nanang berpapasan dengan Rahman. Iapun bertanya tentang kondisi ibunya karena lama tak terlihat menjual buah di Jembatan Pasar Pagi. Dijawab kalau ibunya sudah meninggal,’’ ujar Idris melalui pesan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Mengingat kondisi Rahman yang memiliki kekurangan dalam berfikir, Nanang kemudian bergegas memastikan informasi tersebut.

Benar saja, di dalam rumah, di Gang Agape, tercium aroma tak sedap. Namun saat itu, tak terlihat keberadaan Rohani dalam rumah.

‘’Ternyata jasadnya terbungkus rapat dalam lapisan kain diatas tempat tidur. Pak Nanang melaporkan temuan jasad tersebut ke Polsek Nunukan,’’ imbuhnya.

Dari keterangan Rahman, ibunya sudah meninggal pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 18.00 wita.

‘’Keterangan Rahman, ia tidak memberitahukan kematian ibunya dikarenakan rasa tidak enak kepada para tetangganya. Iapun membungkus rapat jenazah almarhumah menggunakan sarung dan selimut dengan maksud agar aroma/bau korban nantinya tidak tercium oleh para tetangganya,’’ jelas Idris.

Dari hasil visum, dokter tidak menemukan adanya tanda kekerasan. Terlebih, jasad tersebut sudah mengalami pembusukan dan diperkirakan waktu kematian sudah sepekan lamanya.

Saat ditemukan juga ditemukan sejumlah obat pereda nyeri di samping ranjang korban. Warga sekitar juga mengetahui selama ini, almarhumah mengidap penyakit diabetes dan stroke.

Dalam kasus ini, Polisi mengamankan, sebuah selimut, kain sarung dan baju daster serta beberapa obat sebagai barang bukti.

‘’Sementara ini tak ditemukan adanya tanda kekerasan fisik pada tubuh almarhumah. Namun demikian, apabila nantinya ditemukan fakta baru, akan dilakukan proses sidik lebih lanjut,’’ kata Idris.

Jasad Rohani, dikebumikan di Tempat Pemakaman di Jalan Kampung Rambutan, Nunukan Timur.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan