Menu

Mode Gelap
Fraksi Demokrat Sarankan Digitalisasi Laporan, Mengurangi Penggunaan Kertas dan Bolpoin Pendapatan Daerah Turun, Fraksi Nasdem Sarankan Pemangkasan Belanja Seremonial PAD Nunukan Turun, Fraksi PDIP Meminta Pemda Lebih Kreatif Pendapatan Daerah Turun, Fraksi Gerindera Minta Penjelasan Terperinci Anggota DPRD Nunukan Said Hasan Menuntut Pemisahan Sebaung dari Wilayah Administrasi Kecamatan Nunukan Kelangkaan BBM di Pulau Sebatik Menjadi Atensi Khusus PKS Nunukan

Advertorial

Mutasi Pejabat di Pemkab Nunukan Jadi Sorotan Tajam Fraksi Demokrat

badge-check


					Jubir Fraksi Demokrat DPRD Nunukan, Gat Khaleb membcakan pandangan fraksi menanggapi Raperda APBDP Nunukan 2026. Kamis (17/9/2026). Perbesar

Jubir Fraksi Demokrat DPRD Nunukan, Gat Khaleb membcakan pandangan fraksi menanggapi Raperda APBDP Nunukan 2026. Kamis (17/9/2026).

NUNUKAN, infoSTI – Jubir Fraksi Demokrat Gat Khaleb, menyorot mekanisme mutasi jabatan di Pemkab Nunukan yang butuh evaluasi dan mempertimbangkan aspek etika dan moral.

Ia mengatakan, promosi dan mutasi jabatan pimpinan tinggi (eselon 2) di lingkungan Pemkab Nunukan, harus mempertimbangkan representasi wilayah.

Tidak semata-mata memperhatikan siapa yang dekat siapa, siapa diendorse siapa, siapa dapat dukungan politik dari siapa dan seterusnya.

‘’Benar ada proses penilaian formal melalui Baperjakat. Tapi kita maklum, sama-sama tahu, di banyak daerah bahwa telaahan dan penilaian Baperjakat hanyalah prosedur formal untuk membuat  suatu  kebijakan  terlihat  dan  terdengar  prosedural dan sah. hasil akhir sudah diputuskan sebelum penilaian baperjakat keluar,’’ ujar Gat di depan sidang Paripurna penyampaian Pandangan Fraksi DPRD Nunukan, Kamis (17/9/2026).

‘’Bahkan  kita  kita  dengar-dengar  informasi  lewat  bahwa penilaian tim Baperjakat timses lebih kuasa dari Baperjakat formal administratif dan hukum. Ada swasta dan ASN ikut terlibat. ini tidak sehat dan merusak tatanan birokrasi,’’ lanjut Gat.

Ia menegaskan, bahwa mentalitas ASN sama seperti prajurit militer. Siapapun atasannya, loyalitas mereka ada disana. Bukan soal dukung mendukung siapa. Mereka pasti loyal kepada siapapun atasan.

‘’Kami  menekankan  poin ini  secara  tegas karena  budaya  hukum menghukum  sudah  berulangkali  terjadi. Periode  lalu  terjadi dan sekarang terjadi kembali. Ada ASN yang naik kelas, ada yang lompat kelas dan ada yang turun kelas. Dan ini bukti nyata bahwa penilaian tim Baperjakat tidak mendapat tempat dalam hal mutasi dan promosi,’’ imbuhnya.

Dalam konteks etika dan moral, lanjutnya, kebijakan demikian merupakan penindasan dan secara langsung maupun tidak, ini penghinaan dan upaya merendahkan martabat seseorang.

Kabupaten Nunukan tidak bisa dibangun oleh satu atau dua kelompok, tapi harus melibatkan semua, karena Nunukan adalah milik semua.

‘’Oleh sebab itu, kami minta agar kebijakan demikian dihentikan. mari bangun Nunukan dalam semangat kebersamaan dan gotong royong,’’ kata Gat.

Atas kritikan tersebut, Gat mewakili Fraksi Demokrat meminta maaf karena ia juga menyadari bahwa pandangan umum yang ia bacakan mungkin tidak merdu di telinga.

Kendati demikian, apa yang ia sampaikan merupakan bahasa politik, bukan pilihan kata dan kalimat ilmuan atau profesional seperti ASN.

Dan demikianlah sejatinya bahasa politik. Lembaga DPRD  bukanlah  lembaga  paduan  suara  yang  suaranya pasti merdu bak orkestra di La Scalla, Milan.

‘’Kami telah berusaha maksimal objektif melihat duduk masalah. Benar,  kami   katakan   benar.  salah,  kami  katakan   salah. Inilah realita. Dan kedepan, kita harus terbiasa mendengar realitas yang pahit untuk memastikan terjadi perubahan di Kabupaten Nunukan di masa depan,’’ tutup Gat Khaleb.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial