NUNUKAN, infoSTI – Hujan semalam dengan intensitas tinggi yang terjadi Senin (3/8/2026) di Nunukan, Kalimantan Utara, mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor dengan imbas kerusakan tidak ringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat, ada sekitar 435 unit rumah warga di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan yang terendam banjir dan beberapa diantaranya mengalami kerusakan.
Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Mochammad Hidayat merincikan, saat banjir melanda, ada sekitar 200 unit rumah terendam banjir di wilayah Pasar Baru, dengan ketinggian permukaan air sekitar 1,2 meter.
Terdapat 80 unit rumah warga di Sei Bilal, dengan ketinggian muka air sekitar 0,8 meter, dan sekitar 65 unit rumah penduduk di wilayah Jalan Lumba Lumba dan Nunukan Tengah, dengan kedalaman air sekitar 0,5 meter.
‘’Ada sekitar 60 hektar sawah di Sei Apuk dan Sei Fatimah yang baru tanam rusak. Kerusakan juga terjadi pada dua unit jembatan serta tanah longsor di Sei Fatimah,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Mengatasi bencana yang terjadi, petugas BPBD dan instansi terkait sudah melakukan evakuasi harta benda warga terdampak, melakukan penyedotan air yang menggenangi rumah penduduk, hingga gotong royong membersihkan puing puing akibat banjir bandang.
BPBD Nunukan juga sudah melakukan pemetaan dan mencatat kebutuhan korban.
‘’Butuh perbaikan fasilitas umum segera demi mencegah potensi longsor susulan. Diperlukan pengerahan bantuan logistic dan kita usulkan status siaga darurat bencana,’’ kata Hidayat.











