NUNUKAN, infoSTI – DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, meminta percepatan penanganan banjir Pulau Sebatik, yang menjadi wilayah terdepan di beranda NKRI.
Musim penghujan 2026, kembali terjadi banjir di hampir semua kecamatan Pulau Sebatik. Rumah yang selama ini menjadi destinasi wisata dan salah satu ikon Sebatik, Rumah Merah Putih, serta patok perbatasan negara di Aji Kuning ikut terendam banjir.
Sejumlah jembatan juga rusak akibat cuaca buruk yang belakangan kerap terjadi.
Anggota DPRD Nunukan, Andi Yaqub mengatakan, Pulau Sebatik tergolong mendapat jatah APBD rendah, sehingga banyak keluhan masyarakat kurang cepat tertangani.
‘’Sebatik mendapat alokasi anggaran rendah untuk pembangunan infrastruktur. Jadi kalau ada keluhan, lambat ditindak lanjuti. Salah satunya masalah banjir,’’ ujar Andi Yaqub, Selasa (28/7/2026).
Ia menguraikan, ada sejumlah alasan yang memicu persoalan banjir di Pulau Sebatik.
- Hutan masyarakat yang berlokasi tak jauh dari jalan utama mulai ditebang dan dijadikan lahan perkebunan. Kondisi tanah yang labil, berimbas pada daya serap air yang semakin berkurang, sehingga terjadi longsor dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
- Bertambahnya penduduk di pesisir. Ini berakibat semakin terbatasnya lahan untuk perluasan aliran sungai. Sehingga para penduduk pesisir lebih dulu merasakan banjir dan biasanya berdampak paling parah.
- Banyaknya limbah botol bekas yang dihasilkan dari bekas budi daya rumput laut dan melimpahnya sampah rumah tangga, yang menyumbat aliran air. Akibatnya, air meluap dan membanjiri pemukiman penduduk ketika hujan lebat terjadi.
- Sistem drainase yang kurang baik. Dari sekian banyak proyek pemerintah, mayoritas dibangun parsial, belum terkoneksi dengan pembuangan air ke laut. Saluran pembuangan air menuju hilir semakin menyempit, dan parit maupun selokan yang dibangun tak mampu menampung luapan air.
‘’Perlu adanya pemetaan dan perencanaan jangka panjang. Pulau Sebatik adalah wajah terluar Indonesia, jadi mohon Pemerintah Daerah selaku eksekutor menjadikan kasus banjir Sebatik sebagai prioritas arah pembangunan,’’ harapnya. (Dzulviqor).











