Menu

Mode Gelap
SLB Nunukan Masih Kekurangan Guru, Fasilitas Gedung Masih Butuh Banyak Perbaikan DPRD Nunukan Minta Penanganan Banjir Pulau Sebatik Jadi Prioritas Perjuangan Petugas PLN Mengirim BBM ke PLTD Krayan, Berkubang Lumpur Dalam, Tidur di Hutan Berhari Hari Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun Pasokan BBM untuk PLTD Terkendala Akses Jalan Rusak, Krayan Terancam Gelap Gulita Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau  

Nunukan

Perjuangan Petugas PLN Mengirim BBM ke PLTD Krayan, Berkubang Lumpur Dalam, Tidur di Hutan Berhari Hari

badge-check


					Mobil gardan ganda yang mengangkut kebutuhan warga Krayan. Supir harus terus berjibaku melawan jebakan lumpur. Dok.Oktafianus Ramli. Perbesar

Mobil gardan ganda yang mengangkut kebutuhan warga Krayan. Supir harus terus berjibaku melawan jebakan lumpur. Dok.Oktafianus Ramli.

NUNUKAN, infoSTI – Akses jalan di dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi hambatan utama dalam pengiriman BBM ke PLTD Long Layu maupun Pa’Upan di Kecamatan Krayan Selatan.

Jalan di wilayah ini terputus total akibat lumpur dalam, yang selalu terjadi ketika musim penghujan. Jalanan yang menjelma lumpur, bahkan sering menenggelamkan badan mobil.

Untuk melalui jalan tersebut, dibutuhkan kesabaran ekstra. Supir dan kenek akan membawa cangkul untuk mengeruk lumpur yang menjadi lintasan mobil.

Upaya tersebut, butuh berhari hari, sehingga pemandangan mobil mobil gardan ganda terbenam lumpur di tengah jalanan Krayan, hingga banyak pengguna jalan tidur di tengah hutan, bukan pemandangan aneh di wilayah pelosok perbatasan RI – Malaysia ini.

Kepala PLN ULP Nunukan, Rendra Alfian Raharjo menuturkan, sampai hari ini, petugas PLN masih terus berusaha menembus jalan berlumpur tebal untuk memastikan pasokan listrik bagi warga Krayan Selatan terus bisa dinikmati.

‘’Kondisi medan jalan yang cukup berat mengakibatkan pengiriman BBM menjadi 5 sampai 6 hari. Mobil dengan gardan gandapun harus ditarik oleh kendaraan lain untuk keluar dari jalur jalan yang rusak,’’ tuturnya melalui pesan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Rendra menegaskan, keadaan ini, menjadi hambatan para petugas suplay PLN di lapangan.

‘’Akses jalan penghubung ke Krayan Selatan kondisinya rusak berat, sehingga teman teman di lapangan harus berjibaku dengan lumpur dan menginap di hutan untuk menuju ke lokasi (PLTD) tersebut,’’ imbuhnya.

Kendati demikian, Rendra menegaskan, PLN terus berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan listrik hingga di pelosok negeri.

Ia menambahkan, saat ini, kondisi persediaan BBM yang ada di PLTD Long Layu dan PLTD Pa’ Upan, saat ini cukup untuk 7 hari ke depan, sehingga pasokan listrik ke pelanggan sejauh ini masih terjaga.

‘’Akses yang sulit dilalui tentu bukan sebuah halangan bagi petugas lapangan. Justru itu merupakan bentuk ikhtiar dan komitmen kami dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi pelanggan,’’ kata dia.

Rendra dan para petugas PLN Nunukan berharap adanya perbaikan akses jalan di Krayan, sehingga pendistribusian BBM dapat berjalan dengan lancar.

‘’Kamipun terus berupaya maksimal agar pengiriman BBM dapat berjalan lancar secara rutin dengan segala tantangan yang ada untuk menjaga keberlangsungan operasional pembangkit dan pasokan listrik ke pelanggan,’’ tegas Rendra.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Nunukan sudah mengeluarkan status tanggap darurat pasca longsor 7 Juli 2026 yang disinyalir menjadi penyebab utama terputusnya akses jalan di wilayah Krayan Selatan.

Bahkan BNPB sudah mengalokasikan bantuan Sembako sebanyak 4 ton dengan nilai sekitar Rp 200 juta yang diterbangkan dari Bandara Nunukan ke Long Layu, Krayan Selatan.

Alokasi bantuan, dilakukan dengan beberapa kali penerbangan, dimana satu kali penerbangan, biayanya mencapai Rp 90 juta.

Sulitnya mendapatkan ekstra flight pesawat perintis yang melayani penerbangan ke Krayan, juga menjadi kendala dalam pengiriman bantuan Pemkab Nunukan ke Krayan.

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus menegaskan, kendala penyelesaian masalah jalan di Krayan, tak bisa hanya dilakukan Pemkab Nunukan.

Apalagi, jalanan Krayan tak hanya menjadi domain Kabupaten, ada sejumlah jalan yang merupakan link Pemerintah Provinsi, bahkan link nasional.

‘’Jadi untuk penanganan Krayan, itu bukan hanya Pemkab Nunukan. Disana ada domain Provinsi bahkan nasional. Untuk itu, kita lakukan harmonisasi dan sinkronisasi. Kita usahakan selesaikan masalah Krayan bersama sama,’’ kata Hermanus.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan