Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Audiens Bersama DPD RI, Komisi IV DPRD Kaltara Bahas TKG Hingga Kekurangan Dokter Spesialis di Perbatasan Negara

badge-check


					Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, dipimpin Sekretaris Komisi IV Rumah Tumbo, bersama anggota, Muhammad Hatta, Rahman, dan Listiani, melaksanakan audiensi bersama Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Rabu (8/4/2026). Dok.DPRD Kaltara. Perbesar

Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, dipimpin Sekretaris Komisi IV Rumah Tumbo, bersama anggota, Muhammad Hatta, Rahman, dan Listiani, melaksanakan audiensi bersama Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Rabu (8/4/2026). Dok.DPRD Kaltara.

JAKARTA, infoSTI – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, dipimpin Sekretaris Komisi IV Rumah Tumbo, bersama anggota, Muhammad Hatta, Rahman, dan Listiani, melaksanakan audiensi bersama Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Rabu (8/4/2026).

Rombongan ini diterima langsung oleh Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, dan Anggota DPD RI, Larasati Moriska.

Ruman Tumbo menyampaikan, penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG) masih belum merata.

Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada November 2025 bersama para guru penerima TKG di wilayah perbatasan, dari 39 guru yang terdata, hanya sebagian yang menerima tunjangan tersebut.

“Kami meminta dukungan DPD RI untuk menyampaikan persoalan ini agar ada kebijakan yang lebih adil dan merata bagi para guru di perbatasan,” ujar Ruman Tumbo.

Selain permasalahan TKG, Komisi IV DPRD Kaltara juga menyampaikan sejumlah isu strategis lain, seperti keterbatasan kuota Program Indonesia Pintar (PIP), minimnya tenaga dokter spesialis, serta berkurangnya beasiswa pendidikan.

Kondisi infrastruktur turut menjadi perhatian, di mana akses transportasi di wilayah perbatasan masih sangat terbatas dan mahal.

‘’DPRD Kaltara juga mendorong pengadaan bus sekolah serta prioritas rehabilitasi sekolah di daerah perbatasan,’’ imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite III DPD RI Dr. Filep Wamafma, mendorong DPRD Kaltara untuk berkoordinasi dengan instansi terkait, melengkapi data pendukung, serta mengusulkan program prioritas seperti revitalisasi sekolah dan peningkatan akses beasiswa.

Filep menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan daerah di Kaltara, dan pihaknya telah menyediakan kuota beasiswa bagi calon dokter spesialis untuk putra-putri yang berdomisili di Kalimantan Utara.

‘’Terkait kuota PIP, agar pemerintah daerah berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat,’’ kata dia.

Sedangkan untuk program rehabilitasi sekolah, DPD RI meminta agar pemerintah daerah segera mengusulkan data sekolah yang membutuhkan revitalisasi melalui program Kementerian Pendidikan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial